Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Yosef dan Yoris Sudah Move On, Danu Tak Rela Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Dihentikan

Menjelang lima bulan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, pihak keluarga sudah mulai move on. 

Editor: Musahadah
Kolase Tribun Jabar
Saksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Yoris Raja Amanullah dan Yosef Hidayah mulai move on. Sementara Danu menolak kasus ini dihentikan. 

Lihat video selengakpnya

Siap Lapor Jokowi dan Kapolri

Achmad Taufan Soedirjo, kuasa hukum Danu siap laporkan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ke Presiden Jokowi.
Achmad Taufan Soedirjo, kuasa hukum Danu siap laporkan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ke Presiden Jokowi. (Instagram)

Rencana kuasa hukum Muhammad Ramdanu alias Danu melaporkan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, ke Presiden, Kapolri dan Kapolda Jabar memunculkan banyak asumsi liar di masyarakat. 

Banyak yang menuding, pengaduan ini hanya bertujuan mengamankan Danu dan menyudutkan saksi-saksi lain yang berseberangan.   

Tidak sedikit juga yang menuding, pengaduan itu dilakukan karena pihak Danu sudah kebakaran jenggot karena Polda Jabar sudah merilis sketsa wajah pelaku pembunuh Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu

Namun, asumsi-asumsi itu langsung dibantah Achmad Taufan Soedirjo, kuasa hukum Danu. 

Menurut Taufan, kronologi dan analisa yang pihaknya buat sebagai laporan ke Presiden Jokowi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Jabar Irjen Suntana itu tak ada kaitannya dengan saksi-saksi.

Baca juga: TERBARU KASUS SUBANG, Danu Ingin Pergi Jauh, Terungkap Hubungannya dengan Yoris setelah Pecah Kongsi

"Analisa ini persepsi kami. TIdak ada pengaruhnya dengan saksi-saksi.

Saksi-saksi sudah diperiksa dan didalami kepolisian. Itu hak dan otoritas kepolisian.

Kami sebagai praktisi hukum, punya analisa, investigasi dan kronologis yang kami buat," kata Taufan dikutip dari channel youtube Heri Susanto, Jumat (14/1/2022). 

Taufan lalu membocorkan sedikit isi laporan yang akan ditujukan ke presiden, kapolri dan kapolda.

Menurutnya, analisis yang akan dilaporkan ke presiden ini bukan terkait Danu, meskipun sebagai kuasa hukumnya dia berkeyakinan bahwa Danu bukan bagian dari pelaku pembunuhan ini. 

Dalam laporan yang ditujukan ke presiden ini akan memuat sejumlah analisa, dugaan dan analisa motif yang sudah dikaji bersama ahli. 

Dia berharap laporan ini bisa menjadi petunjuk polisi dalam mengungkap kasus ini. 

"Kalau enggak pun, tidak masalah. Intinya kami mendukung kepolisian dalam mengungkap perkara ini," katanya. 

Menurut Taufan, semua masyarakat bebas melaporkan apapun ke presiden, termasuk pihaknya.

"Bapak Jokowi itu Presiden Republik Indonesia, presiden kita semua, yang pilih juga rakyat.

(Laporan) ini hal biasa, sebagai bentuk dukungan kami ke inatitusi Polri dan pemerintah. agar kasus di subang segera terungkap dan tidak terjadi di lokasi lain," katanya. 

Taufan membantah jika laporan ini bentuk dekingan ke Danu. 

"Bukan berarti dengan laporan ini kami melidungi Danu. Hukum di Indonesia ini terbuka, transaparan. dll. TIdak ada beking-bekingan, kuat-kuatan, sok jagoan. Apalagi motto polri ini presisi," tegasnya. 

Menurutnya, kasus ini sudah terlalu lama, pihaknya terpanggil untuk apa yang diketahui dan dianalisis bersama ahli bisa digunakan sebagai petunjuk.

Apalagi, keluarga korban Tuti Suhartini juga menitipkan kepadanya agar perkara pembunuhan ini bisa segera terungkap.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul 5 BULAN Kasus Subang Masih Misterius, Yosef dan Yoris Pilih Move On, Ini yang Akan Dilakukan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved