Breaking News:

Berita Jombang

TAK GENTAR DIADANG, Polda Jatim Siap Jemput Paksa Anak Kiai Jombang Tersangka Pencabulan Santriwati

Nasib MSA, anak kiai di Jombang yang menjadi tersangka kasus pencabulan di ujung tanduk. 

Editor: Musahadah
tangkapan layar
Kronologi anggota Polda Jatim datangi rumah anak kiai Jombang tersangka dugaan pencabulan terhadap santriwati diadang santri dan jamaah Ponpes Shiddiqiyah. 

MSA sempat mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya untuk meminta kepastian hukum atas status hukumnya yang sudah dua tahun tanpa kejelasan.

Dalam permohonan praperadilan itu, termohon adalah Polda Jatim dan turut termohon adalah Kejaksaan Tinggi Jatim.

Saat itu, kuasa hukum MSA, Setijo Boesono mengatakan, berkas kasus kliennya sudah beberapa kali ditolak oleh pihak kejaksaan, namun sampai saat ini belum jelas kepastian proses hukum berlanjut.

Namun pada 16 Desember 2022, hakim Pengadilan Negeri Surabaya menolak permohonan praperadilan MSA.

Alasan majelis hakim menolak permohonan praperadilan tersebut karena kurangnya pihak termohon, dalam hal ini Polres Jombang.

Sebab, proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini hingga penetapan tersangka dilakukan oleh Polres Jombang. Polda Jatim dalam kasus ini hanya meneruskan proses hukum saja.

Pihak MSA masih mengajukan upaya hukum mengajukan gugatan praperadilan atas status tersangkanya ke Pengadilan Negeri Jombang pada 6 Januari 2022 lalu.

Curhat Pilu Korban

Unjukrasa ratusan warga Thoriqoh Shiddiqiyyah di Alun-alun Jombang. Mereka protes kepada bupati Jombang yang dianggap melakukan intervensi dalam kasus dugaan pencabulan.
Unjukrasa ratusan warga Thoriqoh Shiddiqiyyah di Alun-alun Jombang. Mereka protes kepada bupati Jombang yang dianggap melakukan intervensi dalam kasus dugaan pencabulan. (surabaya.tribunnews.com/sutonno)

Penderitaan panjang dialami U (inisial), santriwati Pondok Pesantren Majmaal Bahrain Shiddiqiyyah yang menjadi korban pelecehan seksual diduga dilakukan anak kiai di Jombang, Jawa Timur. 

Selama menuntut keadilan, santriwati berusia 24 tahun ini kerap mendapatkan ancaman hingga meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved