Breaking News:

Berita Kota Batu

Kasus Baru Eddy Rumpoko, Eks Wali Kota Batu Didakwa Terima Rp 46,8 Miliar, Sebelumnya Alphard

Babak baru, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KP) kembali mendakwa eks Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko gratifikasi Rp 46,8 miliar.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com/SURYA.co.id
Mantan wali kota Batu Eddy Rumpoko hadiri sidang secara virtual di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, Selasa (9/11/2021). 

SURYA.CO.ID, BATU - Babak baru, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KP) kembali mendakwa eks Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko gratifikasi Rp 46,8 miliar.

Sebelumnya, Eddy Rumpoko divonis 3 tahun kurungan penjara lantaran terbukti menerima gratifikasi Alphard senilai kurang lebih Rp 1,6 miliar.

Karena banding ke pengadilan negeri tindak pidana korupsi, majelis hakim pun menambah masa tahanan Eddy Rumpoko menjadi 5 tahun 5 bulan.

Saat ini, Eddy Rumpoko masih menjalani masa tahanan kasus gratifikasi Alphard

Dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (9/11/2021), suami Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko itu didakwa menerima gratifikasi dari pihak ketiga sebesar Rp 46,8 milliar.

Dakwaan dibacakan jaksa KPK Ronald Worotikan.

Dalam sidang, terdakwa Eddy rumpoko dihadirkan secara online dari rumah tahanan Semarang.

"Terdakwa menerima gratifikasi saat menjabat sebagai wali kota Batu sejak 2008 hingga 2017," kata jaksa Ronald Worotikan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Eddy yang saat itu menjabat sebagai wali kota, menerima gratifikasi itu di ruang kerjanya, Gedung Balai Kota Among Tani Kota Batu.

"Perkara ini adalah hasil pengembangan dari perkara sebumnya," terang Ronald.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved