Breaking News:

Berita Blitar

Pembunuh Bakul Jamu di Blitar Belum Terungkap, Suami Mendadak Pusing saat Ditanya, ini Reaksi Polisi

Pembunuh bakul jamu Evi Novianti (57) yang jasadnya ditemukan di tempat tidur rumahnya di Blitar hingga kini belum diungkap polisi.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Musahadah
Youtube
Ilustrasi pembunuhan. Pembunuh bakul jamu di blitar hingga kini belum diungkap polisi. Gelagat suaminya aneh. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Pembunuh bakul jamu Evi Novianti (57) yang jasadnya ditemukan di tempat tidur rumahnya Dusun Plosorejo, Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, hingga kini belum terungkap. 

Polisi meminta keterangan resmi suami korban, Basuki (62) yang merupakan saksi kunci kasus pembunuhan tersebut. 

Hal ini beralasan karena Basuki masih dirawat di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, setelah ditemukan pingsan di tebing sungai, beberapa saat setelah jasad istrinya ditemukan. 

Beberapa saat sebelum ditemukan pingsan di tebing sungai, Basuki masih berlihat duduk di depan rumahnya. 

Baru ketika anaknya datang dan menemukan ibunya tewas di kamar, Basuki langsung menghilang.

Baca juga: Terduga Pembunuh Bakul Jamu di Blitar Masih Samar, Tetapi Suaminya Mengaku Tidak Berniat Mencelakai

AKP Aditya Yudho, Kasat Reskrim Polres Blitar mengungkapkan hingga kini pihaknya belum bisa mendapat keterangan resmi dari Basuki. 

"Dia (Basuki) masih dirawat di rumah sakit sehingga belum bisa dimintai keterangan. Dan kami tidak memaksanya," kata AKP Aditya Yudho, pada Selasa (12/10/2021).

Aditya tidak menampik kalau petugas sudah sempat mengobrol dengan Basuki selama dalam perawatan medis. Sebab setelah dirawat empat hari di rumah sakit, kondisi Basuki mulai membaik.

Berikut fakta-faktanya; 

1. Sering cek-cok

Kepada polisi Basuki sempat curhat kalau rumah tangganya yang sudah dijalaninya puluhan tahun akhir-akhir ini sering ada masalah.

Ujung-ujungnya, meski tidak sampai pisah ranjang namun istrinya tak mau tidur sekamar dengannya.

Akhir-akhir ini, istrinya sering tidur di kamar anaknya. Namun Basuki mengaku tetap ingin mempertahankan rumah tangganya meski ada kabar kurang sedap yaitu adanya isu tentang pihak ketiga yang masuk ke rumah tangganya.

"Kalau pengakuannya itu, ia sering cekcok mulut dengan istrinya akhir-akhir ini karena cemburu. Ia tidak menyebutkan jelas penyebabnya namun ia mengaku sering memergoki istrinya WA-an dengan orang lain. Namun setiap kali ditegur, korban marah hingga memicu pertengkaran," paparnya.

2. Ditanya siapa pembunuhnya, Basuki langsung pusing

Ketika polisi sempat bertanya siapa yang membunuh, Basuki mendadak menghentikan obrolan karena mengaku mendadak pusing. Akhirnya, petugas tidak meneruskan pertanyaan karena menghormati kondisi kesehatannya.

Namun, Basuki juga mengaku kalau ia tak ada niatan sampai berbuat sekeji itu walaupun sering cekcok dengan istrinya.

"Begitu juga, ia juga mengaku kalau tidak ada maksud untuk melakukan percobaan bunuh diri. Katanya, ia ditemukan pingsan di tepi sungai dengan banyak luka itu karena terjatuh, bukan mengakhiri hidupnya," ungkapnya.

3. Menunggu hasil labfor 

Selain masih menunggu perkembangan kesehatan Basuki agar segera bisa dimintai keterangan, petugas juga menunggu hasil labfor Polda Jatim.

Sebab darah yang ditemukan di linggis di rumah korban, sudah diperiksa di labfor dan hasilnya belum keluar.

Hasil dari labfor itu yang juga penting juga untuk menguak dugaan pembunuhan yang menggegerkan ini.

Kalau benar darah yang menempel di linggis merupakan darah korban, itu artinya pelaku menganiaya korban dengan benda tersebut. Juga, penting untuk mengetahui siapa pemilik linggis itu. "Kami belum bisa memastikan karena menunggu hasil lab tersebut," pungkasnya.

4. Ditemukan kejanggalan

Ada kejanggalan terungkap dalam tragedi tewasnya penjual jamu keliling atau bakul jamu di Blitar masih menjadi misteri. 

Bakul jamu bernama Elvi Nivianti (57) tewas bersimbah darah dalam kondisi telentang di atas tempat tidur kamar anak yang serumah dengannya di Dusun Plosorejo, Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Saat ditemukan warga, terdapat banyak luka seperti bekas dihantam benda tumpul di tubuhnya.

Saking banyaknya darah yang keluar membuat kasurnya sampai basah.

Menurut Kapolsek Garum, Iptu Burhanudin,  belum diketahui pasti kapan kejadian pembunuhan terhadap Elvi.

Namun kondisi perempuan itu baru diketahui oleh anaknya, Bagas (30), Rabu (06/10) sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat itu, Bagas baru pulang kerja shift dua sehingga sampai di rumah hampir tengah malam.

Ia bekerja di pabrik tripleks di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun atau berjarak sekitar 2 KM dari rumahnya.

"Begitu membuka pintu kamarnya, Bagas kaget karena ibunya bersimbah darah," tutur Burhanudin.

Melihat ibunya tergeletak bersimbah darah, Bagas langsung menjerit histeris hingga mengagetkan kakaknya, Rian yang tidur di kamar yang bersebelahan dengan kamar ibunya.

Rian langsung melompat dari kamar tidurnya dan mendatangi adiknya, yang menjerit histeris tersebut.

"Bersamaan itu, tetangganya juga mendengar jeritan (Bagas) sehingga berdatangan," ungkapnya.

Selain Rian, tetangganya yang datang pertama adalah Suyanto (67), yang rumahnya di sebelah kanan rumah korban. Mereka panik karena tanpa tendengar suara apapun, tiba-tiba korban ditemukan tewas.

Kondisi Rian yang mengaku tidak mengetahui apa yang dialami ibunya cukup menngherankan. 

Hal ini beralasan karena Rian dan istrinya Rian dan istrinya kamarnya juga berdekatan atau hanya bersebelahan dengan kamar tempat korban tewas.

Suami jatuh dari tebing

Korban berinisial BSK diangkat warga karena ditemukan pingsan di tebing sungai dengan kondisi penuh luka, Kamis (7/10/2021).
Korban berinisial BSK diangkat warga karena ditemukan pingsan di tebing sungai dengan kondisi penuh luka, Kamis (7/10/2021). (surya/imam taufiq)

Saat jasad korban ditemukan, suaminya tidak ada di tempat. 

Suami korban sempat dilihat anaknya, Bagas saat baru pulang dari kerja 

"Dalam situasi panik malam itu, anaknya sempat menanyakan keberadaan bapaknya. Katanya, saat anaknya datang dari kerja, masih sempat melihat bapaknya duduk di bantalan kereta api depan rumahnya karena memang rumah mereka berdekatan dengan rel KA," paparnya.

Namun beberapa menit kemudian atau bersamaan istrinya ditemukan tak bernyawa oleh anaknya, suaminya langsung menghilang.

"Malam itu atau sampai dini hari, warga mencari namun tidak menemukan keberadaannya meski sudah dicari ke mana-mana," tuturnya.

Pencarian terhadap Basuki akhirnya juga melibatkan polisi tetap tetap tidak ditemukan.

Basuki baru ditemukan dalam kondisi terluka parah, Kamis (7/10) pagi, karena terjatuh dari plengsengan Sungai Gelondong, sekitar 500 meter dari rumahnya.

Tubuhnya ditemukan seperti baru terperosok di tebing sungai yang sudah diplengseng dengan bebatuan.

Entah karena diduga akan melakukan percobaan bunuh diri atau apa, banyak luka di tubuhnya karena diduga terbentur bebatuan.

"Yang menemukan adalah petugas KAI yang sedang mengecek bantalan KA sambil berjalan kaki. Ia melihat ada tubuh tergeletak di tepi sungai," ujar warga.

"Korban (Basuki) selamat namun kondisinya pingsan saat ditemukan. Sebab, di tubuhnya terdapat banyak luka. Luka itu karena diduga terkena benturan plengsengan batu di sungai itu," kata Kapolsek Garum, Iptu Burhanudin.

Apakah Basuki yang membunuh istrinya?

Polisi belum memastikan hal itu meski diakui beberapa waktu belakangan sangs uami sering cekcok dengan istrinya. 

Saat melakukan olah TKP itu, petugas  menemukan palu dan lingis di dapur rumah korban. Yang mengagetkan petugas, ada darah di palu dan lingis itu.

Apakah benda itu yang dipakai untuk menghabisi korban, petugas belum bisa memastikan.

"Kedua benda itu diamankan karena ditemukan ada darahnya. Itu masih dalam pendalaman," ungkapnya.

Meski sudah menemukan palu dan lingis yang diduga dipakai menghabisi korban, namun petugas masih terus melakukan olah TKP, Kamis (7/10/2021) pagi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved