Kamis, 7 Mei 2026

Berita Surabaya

Peudecskin, Alat Pendeteksi Kadar Alkohol pada Parfum Bikinan Tiga Mahasiswa ITS

Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun membuat inovasi alat pendeteksi alkohol pada parfum.

Tayang:
Penulis: Zainal Arif | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Humas ITS
(dari kiri) Linaniyyatul Masruroh, Dzulfikar Ats Tsauri, dan Ardin Lirnawati yang tergabung dalam tim mahasiswa ITS saat memamerkan hasil karyanya berupa Alat Pendeteksi Alkohol pada Parfum bernama Peudecskin. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Adanya kandungan alkohol pada parfum patut diwaspadai konsumen yang berkulit sensitif.

Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun membuat inovasi alat pendeteksi alkohol pada parfum.

Alat tersebut mampu mendeteksi keamanan parfum bagi pengguna berkulit sensitif.

Ketua tim, Linaniyyatul Masruroh menyebut kandungan alkohol pada parfum diindikasi dapat menyebabkan gejala alergi pada pengguna berkulit sensitif seperti berupa iritasi, kemerahan dan gatal, flu, hingga sulit bernapas.

“Alat bernama Peudecskin ini dapat memberikan informasi apakah parfum aman atau tidak digunakan oleh penderita kulit sensitif,” ujar Lina sapaan akrabnya kepada SURYA.co.id, Jumat (24/9/2021).

Kadar alkohol pada parfum sendiri dikatakannya cukup beragam tergantung konsentrasi pewangi parfum.

Peudecskin memanfaatkan sensor array berbasis senyawa aromatik, sehingga kadar alkohol alat dapat ditentukan melalui identifikasi jenis parfum.

Lebih dalam, Lina memaparkan mengenai cara kerja Peudecskin.

Langkah pertama ialah parfum disemprotkan pada Peudecskin.

“Partikel-partikel gas akan ditangkap reseptor dan diidentifikasi oleh delapan sensor pada alat,” tambah mahasiswa Departemen Teknik Kimia Industri angkatan 2017 ini.

Setelah melewati delapan sensor (Gravimetric Sensor Arrays) diperoleh data karakteristik alkohol parfum yang kemudian dianalisis menggunakan metode neural network.

Data karakteristik alkohol pada parfum akan dicocokkan dengan data yang telah dihimpun secara digital lalu diklasifikasikan menurut jenis alkoholnya.

“Pengklasifikasian jenis alkohol ini dilakukan dengan aplikasi MatLab Graphical User Interfaces (GUI),” ucap Lina.

Baca juga: DPRD Bareng Pemkab Nganjuk Sepakati Perubahan KUA PPAS APBD Tahun 2021

Lebih lanjut, Lina mengungkapkan Peudecskin mampu mengindentifikasi 12 turunan alkohol dengan akurasi sempurna yaitu 100 persen didukung dengan data penilaian risiko kuantitatif.

“Data karakteristik 12 turunan alkohol diperoleh dari penelitian terdahulu,” ungkap gadis asal Pamekasan, Madura ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved