Breaking News:

Azis Syamsuddin Ditangkap KPK

BREAKING NEWS - Azis Syamsuddin Ditangkap KPK, Ini Profil dan Biodata Wakil Ketua DPR dari Golkar

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin ditangkap KPK di rumahnya, Jumat (24/9/2021). Ini profil dan biodata Azis Syamsuddin.

Editor: Iksan Fauzi
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin tiba di gedung KPK setelah ditangkap di rumahnya, Jumat (24/9/2021). Azis Syamsuddin diduga tersangkut kasus suap Walikota Tanjungbalai. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di rumahnya. Berikut profil dan biodata Azis Syamsuddin.

Dari informasi yang dihimpun, Azis ditemukan KPK di rumah pribadinya yang beralamat di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Kini, tim penyidik tengah membawa Azis ke Gedung Merah Putih KPK,

"AS (Azis Syamsuddin) sudah diketahui. Alhamdulillah sudah ditemukan, rumahnya ditemukan," kata Firli bahuri, Ketua KPK saat dikonfirmasi, Jumat (24/9/2021) malam.

"Yang bersangkutan kami persilahkan mandi dan persiapan dulu. Sambil menunggu penasehat hukum. test swap antigen negatif," katanya.

Berikut ini profil dan biodata Azis Syamsuddin, wakil ketua DPR yang terseret kasus dugaan suap terhadap penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) oleh Walikota Tanjungbalai.

Azis Syamsudin yang memperkenalkan penyidik KPK Steppanus Robin Pattuju (SRP) dengan Walikota Tanjungbalai M. Syahrial (MS).

Hal ini diungkapkan Ketua KPK Firli Bahuri setelah konstruksi perkara Penerimaan Hadiah atau Janji oleh Penyelenggara Negara Terkait Penanganan Perkara Walikota Tanjungbalai Tahun 2020-2021.

Firli Bahuri mengungkapkan penyidik AKP Stepanus Robin Pattuju mengenal Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial lewat Wakil Ketua DPR Aziz Syamsudin.

Pada Oktober 2020, Firli mengatakan, Stepanus melakukan pertemuan dengan Syahrial di rumah dinas Aziz di Jakarta Selatan.

"Dalam pertemuan tersebut, AZ (Aziz Syamsudin) memperkenalkan SRP (Stepanus Robin Pattuju) dengan MS (M. Syahrial) karena diduga MS memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap Penyidikan dan meminta agar SRP dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK," kata Firli di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2021) malam.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved