Virus Corona di Nganjuk
Gerakan Teplekan Peduli Dampak Covid-19 di Nganjuk Berlanjut, Bantuan Uang Terkumpul Rp 843,4 Juta
Gerakan Teplekan Wong Nganjuk Peduli Dampak Covid-19 masih terus berlanjut. Hal ini seiring dengan masih bertambahnya kasus covid-19 di Nganjuk.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
SURYA.CO.ID | NGANJUK - Gerakan Teplekan Wong Nganjuk Peduli Dampak Covid-19 masih terus berlanjut. Hal ini seiring dengan masih bertambahnya kasus covid-19 di Kabupaten Nganjuk meski angka penambahan semakin melandai.
Ketua Satgas Penanganan covid-19 Kabupaten Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, sampai saat ini jumlah penerimaan bantuan dari gerakan teplekan yakni paket sembako sebanyak 2.528 paket, bantuan masker sebanyak 355 kotak, bantuan beras 462 paket, bantuan handsanitizer sebanyak 50 botol, dan uang tunai mencapai Rp 843,4 juta.
"Tentunya kami berterima kasih kepada semuanya yang telah peduli terhadap dampak pandemi covid-19 di Kabupaten Nganjuk," kata Marhaen Djumadi.
Dijelaskan Marhaen Djumadi, bantuan dalam gerakan teplekan wong Nganjuk peduli dampak covid-19 yang diterima Posko Covid-19 telah banyak disalurkan kepada warga. Baik warga terdampak pandemi covid-19 maupun warga positif covit-19.
Dengan demikian, ungkap Marhaen Djumadi, untuk posisi saldo dari gerakan teplekan dampak covid-19 yakni bantuan masker sebanyak 204 kotak, beras sebanyak 401 paket kemasan 5 kilogram, dan uang tunai senilai Rp 682,8 juta.
"Melihat jumlah bantuan dari gerakan teplekan yang masih banyak tersebut silahkan bagi siapa saja yang ingin menyalurkan bantuan untuk mengajukan bantuan ke Posko Satgas Covid-19," ucap Marhaen Djumadi.
Lebih lanjut dijelaskan Marhaen Djumadi, gerakan teplekan sendiri selain memiliki tujuan sosial kemanusiaan untuk membantu warga terdampak pandemi covid-19 dan warga positif covid-19, juga dalam rangka peningkatan perekonomisan warga.
Dimana dana terkumpul dari gerakan teplekan dibelikan berbagai barang kebutuhan yang dibutuhkan warga terdampak pandemi covid-19.
Seperti dengan membeli sembako dari toko kelontong warga dan tidak boleh dibelikan barang sembako di toko besar seperti grosir atau swalayan dan sebagainya.
"Jadi kami dalam menggelar gerakan teplekan wong Ngnjuk peduli dampak pandemi covid-19 ada dua tujuan, yakni untuk membantu meringankan beban warga, dan juga menumbuhkan kembali perekonomian warga melalui belanja sembako dari uang bantuan tersebut," tutur Marhaen Djumadi.