Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Bagi-bagi Sembako dan Uang Tunai untuk Ratusan Warga Tak Mampu di Surabaya

Gubernur Khofifah membagikan sembako dan uang tunai kepada tukang becak, pelaku usaha PKL dan sejumlah pekerja serabutan di sekitar kantor Gubernur

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membagikan bantalan sosial berupa sembako dan uang tunai untuk masyarakat kurang mampu di kawasan kantor Gubernur di Jalan Pahlawan, Jumat (27/8/2021) siang. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membagikan bantalan sosial untuk masyarakat kurang mampu di kawasan sekitar kantor Gubernur Jatim, di Jalan Pahlawan Kota Surabaya, Jumat (27/8/2021) siang.

Didampingi Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Kepala Biro Kesra Sekda Prov Jatim Hudiono dan Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai, Gubernur Khofifah membagikan sembako dan uang tunai kepada tukang becak, pelaku usaha PKL dan juga sejumlah pekerja serabutan di sekitar kantor Gubernur.

Bantuan sembako dan uang tunai tersebut, dikatakan Gubernur Khofifah, sebagai upaya pemberian bantalan sosial bagi masyarakat tak mampu di tengah pandemi covid-19. Dalam kesempataan ini, total ada sekitar 300 orang lebih yang menjadi sasaran pembagian sembako kali ini.

Selama membagikan bantuan, ia juga mengajak dialog mereka dan menanyakan bagaimana pandemi berdampak bagi keluarga mereka.

Khofifah berupaya menguatkan, juga turut mengedukasi pentingnya protokol kesehatan seperti bermasker, menjaga jarak, sering mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

Lebih lanjut, dalam wawancara usai membagikan sembako, Khofifah mengatakan, rutinitas berbagi telah ia lakukan bahkan sejak sebelum bulan puasa lalu. Tidak hanya di wilayah Surabaya, Gubernur Khofifah yang kerap kali bertugas ke luar kota selalu membawa ratusan paket sembako yang dibagikan kepada tukang becak di tempat dirinya melakukan kunjungan kerja.

"Di mana saya berada biasanya saya berbagi kepada para tukang becak. Biasanya kami keliling ke berbagai titik, di mana ada tempat tukang becak, mereka punya pangkalan. Sering dilakukan, biasa kami melakukan itu setiap selesai salat Jumat," ujar Khofifah.

Tukang becak menjadi sasaran bantalan sosial dari Gubernur Khofifah bukan tanpa alasan. Menurutnya, bantuan bagi tukang becak pasti tepat sasaran.

"Kebetulan kan suasananya pandemi covid. Jadi menurut saya kalau kita berbagi apalagi kepada tukang becak, Insya Allah sudah pasti tidak error gitu. Nggak ada kesalahan sasaran. Saya rasa ke mana saya pergi, itu selalu di belakang saya ada mobilnya BPBD yang menyiapkan sembako. Saya biasa membagi untuk para tukang becak," jelas Khofifah.

Sementara itu, wajah haru dan terima kasih terpancar dari wajah Sumijan (55), salah satu penerima sembako. Warga Putat Jaya Surabaya yang sudah 20 tahun itu berprofesi menjadi seorang tukang becak di Kota Pahlawan.

Bapak dua orang putra tersebut menerima bantuan sembako dan uang tunai dari Gubernur Khofifah.

"Saya terharu, karena setiap hari saat ini narik becak dari subuh sampai malam, maksimal hanya mendapat Rp 30.000. Sepi sekali, penumpang sudah tidak maksimal seperti dulu, apalagi saat pandemi," katanya.

Sumijan dan puluhan tukang becak lainnya hari itu merasa beruntung. Karena selain mendapatkan sembako dan uang tunai, pada momen tersebut merupakan pengalaman pertama baginya bertemu dengan orang nomor satu di Jawa Timur.

"Terima kasih Bu Gubernur, Allah yang membalas kebaikannya. Sehat terus untuk Bu Gubernur," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved