Virus Corona di Myanmar
Ini Bisa Ditiru, Di Myanmar Warga Butuh Bantuan Pasang Bendera Kuning, Di Malaysia Bendera Putih
- Myanmar dan Malaysia punya cara khusus dan mudah untuk mengetahui warga yang butuh bantuan terkait pandemi covid-19.
SURYA.co.id I YANGON - Myanmar dan Malaysia punya cara khusus dan mudah untuk mengetahui warga yang butuh bantuan terkait pandemi covid-19.
Di Myanmar, warga yang membutuhkan bantuan, cukup memasang bendera kuning di depan rumah. Sedang di Malaysia, warga memasang bendera putih sebagai tanda.
Pantauan di Myanmar, tampak rumah - rumah di kota Yangon, r, mengibarkan bendera kuning sebagai tanda permintaan tolong akibat Covid-19, seperti yang dilansir Eleven Myanmar.
Baca juga: TIPS SEHAT, Terapi Cuci Hidung Penting Dilakukan di Masa Pandemi, Begini Cara Melakukannya
Kasus Covid-19 telah melonjak di Myanmar, beberapa keluarga pun mengibarkan bendera di depan rumahnya untuk meminta bantuan obat.
"Saya berterima kasih kepada orang-orang yang membantu kami," kata seorang anggota keluarga yang mengibarkan bendera di kota Oakkalapa Selatan.
"Suami saya sakit di hari sebelumnya dan saya juga."
"Hanya anak-anak yang tersisa." "Kami tidak bisa membeli obat-obatan di luar jadi kami mengibarkan bendera untuk meminta bantuan membeli obat-obatan."
"Orang-orang membeli obat-obatan dan memberi kami pagi ini."
Bendera Putih di Kuala Lumpur
Bendera putih sebagai tanda kesulitan dikeluarkan oleh beberapa rumah tangga di Malaysia, ketika orang-orang berjuang untuk tetap bisa makan di tengah lockdown ketat.
Kampanye bendera putih atau #benderaputih di Malaysia menunjukkan bagaimana masyarakat sipil saling menolong tetangganya yang kesulitan, saat bantuan langsung dari pemerintah tidak bisa diharapkan.
Baca juga: INFO PENTING bagi Isoman, Ini Cara Daftar Layanan Telemedicine, Telah Dibuka di Jawa - Bali
Baca juga: TIPS SEHAT, 7 Cara Mudah Atasi Sesak Napas, Bisa Dilakukan Sendiri, Tak Perlu Alat
Dilansir News18, Malaysia memberlakukan lockdown ketat sejak 1 Juni sebagai akibat dari peningkatan mendadak kasus Covid-19.
Menurut laporan, pembatasan di dalam dan sekitar Ibu Kota Kuala Lumpur melarang warga meninggalkan rumah antara jam 8 malam dan jam 8 pagi di daerah yang terkena dampak, kecuali untuk keadaan darurat.
Jalan di daerah yang terkena dampak juga ditutup.
Semua titik masuk dan keluar dijaga oleh polisi. Itu berarti orang-orang di lingkungan yang lebih miskin menderita kehilangan pendapatan yang parah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/myanmar-dan-tanda-covid.jpg)