Breaking News:

Berita Probolinggo

Susahnya Kawin saat PPKM! 64 Pasangan di Probolonggo Pilih Tunda Nikah Ketimbang Harus Swab Test

Kepala KUA Kraksaan, Moh Amin menerangkan pihaknya mencatat ada 12 catin yang menunda pernikahan saat PPKM darurat.

Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Deddy Humana
ilustrasi kompas.com
ilustrasi akad nikah 

SURYA.CO.ID, PROBOLINGGO - Puluhan calon pengantin (catin) di Kabupaten Probolinggo terpaksa menunda jadwal pernikahan selama PPKM Darurat. Salah satu penyebabnya, ada syarat tambahan yang harus dipenuhi yaitu menunjukkan hasil swab test antigen negatif.

Hasil swab test antigen itu pun hanya berlaku 1x24 jam sebelum pelaksanaan akad nikah.  Aturan itu merujuk pada Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag RI Nomor: P-001/DJ.III/Hk.007/07/2021 tentang Petunjuk Teknis Layanan Nikah pada Kantor KUA Kecamatan di Masa PPKM Darurat.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Barzan mengakatan, dari data yang telah dihimpun sementara, sebanyak 64 calon pengantin harus menunda pernikahan.

Data tersebut dikumpulkan dari 6 KUA di Kabupaten Probolinggo, yakni KUA Leces, KUA Lumbang, KUA Wonomerto, KUA Kraksaan, KUA Pajarakan dan KUA Sumberasih.

"Saat ini ada 6 KUA yang sudah mengirimkan data catin yang menunda pernikahan. Proses pengiriman data masih terus berlangsung," kata Barzan kepada SURYA, Selasa (20/7).

Barzan mengungkapkan, para catin menunda pernikahan disebabkan ketentuan wajib swab test antigen. Dalam SE disebutkan bahwa Selain catin, dua saksi dan wali nikah juga diwajibkan menjalani swab test antigen.

Sedangkan penghulu dari KUA tak disebut untuk melakukan swab test antigen. Namun pihak KUA telah melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan rutin melakukan rapid test kepada para penghulu.

"Kemungkinan karena adanya aturan wajib swab test antigen, sehingga banyak pasangan calon pengantin yang menunda pernikahan," paparnya.

Para pengantin yang dapat melangsungkan pernikahan saat PPKM Darurat adalah yang sudah mendaftar di KUA sebelum 3 Juli 2021. Lebih dari tanggal itu, KUA tidak melayani pendaftaran pernikahan.

"Para catin tampaknya juga khawatir terjadi penyebaran Covid-19 ketika menggelar akad nikah. Karena itulah mereka menundanya," jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Kabupaten Probolinggo, Akhmad Sruji Bahtiar mengungkapkan, Pemkab Probolinggo telah memfasilitasi layanan swab test antigen gratis kepada catin.

Pelaksanaannya dilakukan di setiap puskesmas. "Dari rapat evaluasi dengan kepala KUA bahwa catin sudah dilayani tes swab antigen gratis," ujarnya.

Sementara Kepala KUA Kraksaan, Moh Amin menerangkan pihaknya mencatat ada 12 catin yang menunda pernikahan saat PPKM darurat.

Penyebabnya antara lain, seorang catin positif Covid-19 usai menjalani swab test antigen. Lalu ada dua wali yang sakit. Selebihnya, para catin kesulitan mencari saksi yang bersedia menjalani swab test antigen.

"Total, ada 28 catin di Kraksaan yang berencana menggelar pernikahan saat PPKM Darurat. Yang menunda pernikahan ada 12 catin. Sedangkan 16 catin lain melangsungkan pernikahan dengan memenuhi syarat swab test antigen dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat prosesi berlangsung," pungkasnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved