Breaking News:

Ini Bahayanya Bernapas Lewat Mulut, Apa Beda dengan Nafas Lewat Hidung?

Nafas menggunakan mulut tidak disarankan. Sebab bernafas menggunakan mulut bisa menganggu kesehatan bahkan bisa berbahaya, mengapa?

Penulis: Suyanto | Editor: Suyanto
Surabaya.tribunnews.com/wiwit purwanto
ILUSTRASI - Komunitas Pakuwon Indah Taiji Qigong Club, komunitas senam nafas yang menyatukan warga perumahan 

Semua runutan mekanisme sistem pernapasan lewat hidung ini menurunkan risiko alergi, aspirasi (paru kemasukan benda asing), serangan asma, demam, pembengkakan amandel, dan masalah pernapasan kronis lainnya.

Dijelaskan dalam ulasan ilmiah The Health Benefits of Nose Breathing, bernapas dengan hidung merangsang produksi nitrit oksida yang mampu meningkatkan kemampuan paru menyerap oksigen dan mengedarkannya ke seluruh jaringan serta organ tubuh.

Nitrit oksida juga membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus, parasit, hingga bakteri.

Itu sebabnya bernapas lewat hidung lebih dianjurkan dibanding bernapas lewat mulut. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali bernapas lewat mulut. Apalagi jika ada masalah kesehatan yang mengganggu proses bernapas dengan hidung.

Yang terjadi ketika manusia bernapas lewat mulut
Bernapas dengan mulut sebenarnya tidak terlalu dianjurkan. Cara ini hanya dianjurkan jika hidung tersumbat, atau mau tidak mau dilakukan setelah melakukan olahraga berat agar udara masuk lebih banyak.

Bernapas lewat mulut memang membantu paru-paru meraup lebih banyak oksigen dengan lebih cepat ketimbang lewat hidung. Dengan begitu, udara bisa langsung disalurkan ke otot-otot tubuh.

Namun, jika dilakukan terus-menerus cara ini berpotensi menyebabkan masalah kesehatan.

Seperti yang dijelaskan dalam studi pada jurnal The Layngoscope, bernapas dengan mulut bisa berakibat buruk pada kesehatan karena tidak ada organ atau bagian khusus di dalam mulut yang bertugas menghangatkan, menyaring, dan melembapkan udara yang masuk.

Akibatnya, udara yang masuk ke dalam mulut langsung mengalir ke saluran napas begitu saja tanpa disaring dan dilembapkan. Kondisi ini rentan menyebabkan berbagai masalah pernapasan dan kesehatan tubuh secara umum akibat infeksi bakteri, virus, jamur, maupun parasit.

Selain itu, bernapas lewat mulut terlalu sering akan membuat bagian dalam mulut kering. Mulut yang kering (xerostomia) dapat mempercepat pertumbuhan bakteri. Itu mengapa orang yang sering bernapas lewat mulut cenderung mengalami masalah bau mulut dan rentan mengalami masalah gigi dan mulut lainnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved