Berita Pasuruan
Gus Ipul Temui Ganjar Pranowo untuk Pelajari Payung Madinah Semarang
Mengajak empat kepala OPD dan beberapa staf, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menemui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | SEMARANG - Mengajak empat kepala OPD dan beberapa staf, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menemui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Kunjungan ke Semarang dilakukan untuk mempelajari enam payung Madinah yang dimiliki Masjid Agung Semarang, Jawa Tengah.
“Kami ke sini untuk mengetahui pembangunan Payung Madinah karena di Kota Pasuruan juga akan membangun payung Madinah,” kata Gus Ipul saat bertemu Ganjar Pranowo, Rabu (9/6/2021).
Selain itu, pengelolaan masjid manajemen SDM juga manajemen gedung Masjid juga dipelajari dalam kunjungan ke Masjid Milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kali ini.
“Masjid Semarang ini merupakan contoh bagaimana masjid dikelola profesional,” kata Gus Ipul.
Ganjar Pranowo sendiri menyambut baik kedatangan Gus Ipul. Bahkan dengan antusias Ganjar mengaku akan membantu memberikan data-data terkait pembangunan Payung Madinah Semarang.
“Iya Gus nanti saya bantu untuk mewujudkan pembangunan Payung Madinah di Kota Pasuruan,” ujar Ganjar.
Beberapa daerah yang memiliki payung Madinah, seperti Aceh dan Ambon, kata Ganjar juga belajar di Masjid Agung Semarang.
Sementara itu, sebelum bertemu Ganjar, Gus Ipul juga sempat mengunjungi langsung Masjid Agung Semarang.
Dalam kunjungan Gus Ipul, pengelola masjid juga sempat memamerkan bagaimana payung Madinah dibuka dan ditutup. Setidaknya memerlukan waktu sekitar lima menit untuk membuka dan menutup payung.
Istijab AS, Bagian Sarana dan Prasarana Masjid Agung Jawa Tengah menceritakan bahwa masjid ini dibangun tahun 2004 dan diresmikan pada tahun 2006.
“Kami memiliki enam payung, di sini dulu satu payung anggarannya sekitar Rp2 miliar,” kata Istijab.
Menurut dia, Payung Madinah di Masjid Agung Semarang merupakan yang pertama di Indonesia.
“Cuma saya berpesan kalau bikin jangan sebesar Semarang karena lebih mudah rusak tersapu angin. Jadi goyang-goyang terus kena angin karena terlalu tinggi,” ujarnya.
Istijab menyarankan jika membangun Payung Madinah seperti di Aceh yang lebih kecil sedikit sehingga kokoh jika tersapu angin.
Selain itu, saat ini, kata dia, kain untuk payung juga bisa dibeli dari lokal Bandung. Jadi tidak perlu jauh-jauh ke Jerman seperti dulu.
“Yang harus difikirkan lagi juga pemeliharaannya karena membutuhkan keahlian khusus,” ujarnya.
Dalam kunjungan ke Jawa Tengah ini, Gus Ipul juga sempat ke lokasi manasik haji Fatimah Zahra Semarang.
Di Lokasi ini, Gus Ipul dan beberapa kepala OPD mempelajari pembangunan lokasi manasik haji yang akan diaplikasikan di Kota Pasuruan.
Sekadar diketahui dalam kunjungan kali ini Gus Ipul ditemani Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kepala Dinas Kominfo.