Berita Surabaya
Pakar Biomolekular Unair Jelaskan Proses Terjadinya Empat Mutasi Covid-19 di Indonesia
Mutasi atau varian baru Covid-19 tersebut adalah varian Afrika Selatan, varian Inggris, varian India, dan varian Amerika Serikat.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Empat mutasi atau varian baru virus SarCov-2 atau COVID-19 sudah masuk di Indonesia.
Banyaknya varian mutasi ini dikatakan Ahli Biomolekular Universitas Airlangga Surabaya Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi karena protein penyusun virus.
Mutasi atau varian baru Covid-19 tersebut adalah varian Afrika Selatan, varian Inggris, varian India, dan varian Amerika Serikat.
"Virus SarCov-2 atau yang kita kenal sebagai virus corona atau Covid-19 merupakan virus berbasis RNA yang bersifat Single-stranded RNA, sehingga mudah untuk mengalami mutasi," kata Prof Nyoman, Rabu (9/6/2021).
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Unair itu mengatakan bahwa terdapat empat macam protein struktural pada Sars-Cov2 yang salah satunya berperan penting pada pengikatan virus dengan sel inang manusia, yaitu protein spike.
Baca juga: Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Bangkalan, Seluruh Satuan Kerja Polda Jatim Dikerahkan
Baca juga: Dulu, Gaji GTT di Kabupaten Tuban Rp 150 Ribu Per Bulan, Kini Jadi Rp 750 Ribu Per Bulan
Tiga protein struktural lainnya adalah protein membran, protein envelope, dan nucleoprotein.
Protein spike merupakan jenis yang paling menjadi perhatian saat virus bermutasi karena memiliki Receptor Binding Domain (RBD) yang berperan mengikat ACE2 pada sel inang manusia.
"Karena virus ini merupakan RNA virus maka dia mudah beradaptasi untuk tetap terus hidup. Setiap usaha untuk meningkatkan kemampuan menempel di sel inang itulah virus melakukan mutasi dengan merubah urutan basa nukleotida pada kodon penyandi asam amino sehingga terjadi perubahan asam amino yang berdampak pada perubahan interaksi antara virus dan sel inangnya," katanya.
Salah satu peneliti dan pengembang Vaksin Merah Putih Unair itu menambahkan sampai saat ini mutasi pada virus SarsCov-2 justru meningkatkan infektivitasnya.
Protein Spike Virus SarCov-2 ini memiliki sebanyak 1.273 Asam amino, di mana rentang lokasi asam amino sekitar 300-570 merupakan daerah RBD yang berperan menempel di sel inang.
Bagian Spike lainnya yang juga penting adalah Furin Cleavage Site (FCS) di rentang lokasi sekitar 670-690.
Daerah FCS merupakan daerah yang dikenali oleh furin sel manusia yang memotong bagian di antara S1 dan S2 spike, dan memudahkan genetik material sel virus masuk ke dalam sel inangnya.
"Karena ada dua daerah di spike yang berfungsi mengikat ACE2 dan melepaskan genetic material virus ke sel inang, maka infeksi bisa terjadi. Kita berfokus pada dua daerah itu karena kedua tempat itulah merupakan kunci utama proses infeksi dan menjadi perhatian jika terjadi perubahan asam amino karena mutasi," tuturnya.
Dari penelitian yang dilakukan tim Unair, Prof Nyoman menyampaikan, perubahan asam amino dari Aspartan D menjadi Glisin (G) pada lokasi 614 di triwulan pertama 2020.
Mutasi tersebut yang saat ini sudah mencapai hampir 98 persen dari global infected person maka asumsi peneliti, point mutation tersebut yang memicu percepatan munculnya varian varian baru saat ini yang sudah mencapai enam varian memasuki semester pertama 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ahli-biomolekular-universitas-airlangga-prof-dr-ni-nyoman-tri-puspaningsih-msi.jpg)