Sabtu, 18 April 2026

Apotek Online Lifepack

LIFEPACK: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Jamur Kulit atau Mikosis Superfisialis

Berikut gejala, penyebab dan cara mengobati jamur kulit atau yang disebut mikosis superfisialis dalam dunia medis.

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Musahadah
Freepik by goffkein
Ilustrasi penderita jamur kulit 

SURYA.CO.ID - Simak gejala, penyebab dan cara mengobati jamur kulit atau yang disebut mikosis superfisialis dalam dunia medis.

Melanisf Lifepack.id, jamur kulit adalah infeksi jamur yang terjadi di kulit yang disebabkan oleh kolonisasi jamur.

Angka kejadian jamur kulit diperkirakan sekitar 20-25% pada populasi dunia dan merupakan salah satu bentuk infeksi yang paling sering terjadi pada manusia.

Indonesia dengan iklim tropis disertai suhu dan kelembaban tinggi membuat lingkungan yang baik untuk pertumbuhan jamur, sehingga angka kejadian infeksi jamur meningkat.

Terdapat berbagai jenis masalah kulit yang disebabkan oleh jamur. Beberapa di antaranya adalah:

Baca juga: LIFEPACK: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Jamur Kuku atau Onychomycosis 

●      Tinea versicolor

Infeksi jamur ini juga dikenal dengan nama pityriasis versicolor atau panu.

Tinea versicolor ditandai dengan adanya bercak pada kulit yang terlihat lebih lebih gelap (hiperpigmentasi) atau lebih terang (hipopigmentasi) dari kulit sehat di sekitarnya.

Bercak ini paling sering muncul pada punggung dan dada.

●      Tinea corporis

Tinea corporis adalah infeksi jamur kulit pada tubuh manusia yang disebabkan oleh jamur golongan dermatofita. Jamur ini menginfeksi area batang tubuh, leher, lengan, dan tungkai.

Infeksi golongan dermatofita memiliki nama khusus sesuai dengan area tubuh yang terinfeksi, misalnya pada kulit kepala (tinea capitis), wajah (tinea fasialis), tangan (tinea manuum), selangkangan (tinea cruris), dan kaki (tinea pedis).

●      Cutaneous candidiasis (candidiasis kulit)

Candidiasis disebabkan oleh jamur golongan non-dermatofita yaitu Candida albicans.

Infeksi ini paling sering terjadi pada pasien dengan sistem imun yang rendah (immunocompromised).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved