Berita Kediri
Deteksi Dini Thalasemia, Biasakan Cek Darah Sebelum Menikah
Tantangan terbesar mereka adalah rendahnya pengetahuan publik terhadap penyakit ini.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
Kegiatan utama POPTI di antaranya adalah edukasi pencegahan bersama pemerintah, kampanye gerakan donor darah dan donasi, serta advokasi penyintas Thalasemia.
“Berita baiknya, Thalasemia bisa dicegah. Ayo biasakan cek darah sebelum menikah. Kalaupun sudah menikah juga bisa cek darah. Bahkan sekarang ada juga deteksi dini saat bayi dalam kandungan. Intinya, datanglah ke laboratorium untuk skrining Thalasemia,” ajaknya.
Melansir laman Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, penyakit Thalasemia dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan gejalanya.
Pertama, Thalasemia Mayor dengan gejala berat yang membutuhkan transfusi darah setiap 2-4 minggu seumur hidup.
Kedua, Thalasemia Intermediate yang umumnya menderita anemia, mudah sakit, dan terkadang memerlukan transfusi beberapa kali dengan jarak waktu yang relatif lama selama hidupnya.
Terakhir, Thalasemia Minor yang penyintasnya tampak normal dan tidak bergejala.
Meskipun tampak sehat dan cenderung tidak terdeteksi, penderita Thalasemia Minor bisa mewariskan kelainan genetik yang diderita kepada keturunannya.
Setiap tanggal 8 Mei diperingati sebagai Hari thalassemia Sedunia.
Peringatan ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan terhadap penderita Thalasemia dan keluarganya agar tetap semangat menjalani pengobatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/malichatun-nafiah-adalah-ibu-dari-dua-orang-penyintas-thalasemia-mayor-asal-kota-kediri.jpg)