Breaking News:

Berita Kediri

Deteksi Dini Thalasemia, Biasakan Cek Darah Sebelum Menikah

Tantangan terbesar mereka adalah rendahnya pengetahuan publik terhadap penyakit ini.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/didik mashudi
Malichatun Nafiah, bu dari dua orang penyintas Thalasemia Mayor. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Malichatun Nafiah adalah Ibu dari dua orang penyintas Thalasemia Mayor.

Setiap bulan selalu mendampingi kedua buah hatinya menjalani transfusi darah.

Trayek rutin perjuangannya selama ini adalah rumah sakit besar di wilayah Kediri dan Surabaya.

Mengingat kelainan genetik ini tidak dapat disembuhkan, terapi dan pengobatan Thalasemia Mayor harus dijalani seumur hidup, yaitu dengan tranfusi darah 3 minggu sekali.

“Thalasemia adalah kelainan darah yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memproduksi darah. Penyakit ini diturunkan oleh orangtua yang membawa sifat," jelas Malichatun Nafiah, Sabtu (8/5/2021).

Meskipun tidak bergejala, Nafiah dan suami adalah pembawa sifat (minor carrier) sehingga menurun kepada kedua anaknya sebagai penyintas Thalasemia Mayor.

Menjadi keluarga penyintas Thalasemia tidaklah mudah.

Tantangan terbesar mereka adalah rendahnya pengetahuan publik terhadap penyakit ini.

Baca juga: BREAKING NEWS Mantan Bupati Lamongan Fadeli Meninggal Dunia saat Jalani Perawatan di Surabaya

Sebagian penyintas merepresentasikan pertumbuhan yang terlambat, berperut buncit, bertulang wajah abnormal, pucat dan mudah lelah.

Keterbatasan tersebut menjadi bahan bagi perundung di sekolah, di keluarga, dan di lingkungan sosial yang lebih luas.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved