Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifak Ajak NU dan Muhammadiyah Ambil Peran dalam Peningkatan Ekonomi Digital

Gubernur Khofifah meminta kalangan millenial NU dan Muhammadiyah ikut ambil peran dalam peningkatan ekonomi digital dan juga ekonomi kreatif

Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat hadir dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah dan Buka Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Tahun 2021 yang diselenggarakan di Hotel Shangrila Surabaya, Sabtu (1/5/2021) sore. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa turut hadir dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah dan Buka Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Tahun 2021 yang diselenggarakan di Hotel Shangrila Surabaya, Sabtu (1/5/2021) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah memberikan arahan detail agar elemen masyarakat keagamaan khususnya NU maupun Muhammadiyah ikut ambil peran dalam peningkatan kapabilitas untuk ekonomi digital dan juga ekonomi kreatif.

Pasalnya, saat ini begitu banyak program pemerintah terutama dari pusat maupun provinsi yang konsen diguyurkan untuk dua hal tersebut. Yang sayangnya saat ini belum terlalu menarik dan dilirik oleh kalangan millenial NU dan Muhammadiyah.

Oleh sebab itu, ia ingin agar dengan bantuan MUI yang jejaring di kalangan pesantrennya begitu banyak, turut membantu agar millenialnya ikut ambil peran dalam peningkatan ekonomi digital dan ekonomi kreatif.

Pertama, Khofifah ingin elemen NU dan Muhammadiyah turut berperan dalam pengembangan Kawasan Industri Halal (KIH) yang kini sedang dibangun di Sidoarjo.

"Alhamdulillah sore ini dalam Rakerda MUI Jatim ini telah dilakukan pencocokan program. Kami menunggu tim teknis yang bisa membrickdown di dalam detail plan. Kami kemarin sudah rapat dengan Bank Syariah Indonesia, terkait KIH," tegas Khofifah.

Progresnya, setelah diluncurkan, dikatakan Khofifah sudah banyak investor yang membeli stan pabrik yang ada di KIH. Dari total 118 unit pabrik untuk skala kecil di sana, sudah banyak yang terjual.

"Kemarin sudah saya sampaikan, ayo kita ketemu dulu internal dengan tim ekonomi NU dan Muhammadiyah. Ada dua lembaga pembiayaan yang siap, yaitu Bank Syariah Indonesia dan Bank Jatim yang menyiapkan pembiayaannya. Sehingga ketika MUI Jatim menyiapkan ekosistem industri halal di safe and lock di Sidoarjo memang harus sudah kita mulai," tegas Gubernur Khofifah.

Tidak hanya itu, Khofifah juga menyebutkan terkait program Digital Talent Scholarship. Ia mengajak millenial NU dan Muhammadiyah untuk ambil peran.

Ia mengulas tentang prediksi founder Alibaba, Jack Ma yang menyebutkan bahwa di tahun 2030 nanti backbone ekonomi dunia 80 persennya adalah UKM. Dan 90 persen dari UKM di 2030 akan melaksanakan perdagangannya secara online. Dengan 80 persennya akan melakukan perdagangannya melalui e-commerce.

Guna menyongsong prediksi tersebut, maka menurut Khofifah penguatan skill berjualan secara digital harus dipupuk sejak saat ini.

"Maka untuk program Digital Talent Scholarship ini, saya sudah minta MoU agar diberi kuota khusus ke Menkominfo. Tahun ini kecil, sasarannya hanya 100 ribu, tapi tahun depan program untuk 2,5 juta sasaran. Maka sejak sekarang harus dipastikan bahwa kita melek digital," tegasnya.

Menurut Gubernur Khofifah, ini kesempatan yang baik. Sebab selain ikut dalam program tersebut, setelah lulus mereka juga akan dapat modal untuk mendirikan usaha rintisan atau start up berbasis digital.

Kemudian yang ketiga, Khofifah menyampaikan terkait KUR yang tengah gencar ditawarkan untuk pembudidayaan pertanian alpukat pameling dan porang. Ia berharap, nanti akan banyak yang berminat dari NU maupun Muhammadiyah, karena pembiayaan KUR yang diberikan cukup besar.

Dalam Rakerda MUI Jatim tersebut turut hadir Ketua MUI Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar, dan juga jajaran kiai dari NU dan Muhammadiyah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved