Breaking News:

Berita Bangkalan

Lancarkan Operasi Yustisi di Atas Laut, Satpolair Polres Bangkalan Temukan Banyak ABK Tak Bermasker

Hal itu menjadi atensi Satpolair Polres Bangkalan dengan menggelar Operasi Yustisi di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

surya/ahmad faisol
Kasatpolait Polres Bangkalan, AKP Arif Djunaidi memimpin gelar Operasi Yustisi dengan mendatangi para ABK di atas sejumlah kapal angkutan barang yang tengah berlabuh dan menunggu kegiatan bongkar muat di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Kamis (29/4/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Penyebaran Covid-19 bisa terjadi tidak hanya melalui mobilitas manusia yang memakai angkutan darat, aktivitas di lautan pun lebih berbahaya. Karena aktivitas kapal angkutan barang lintas pulau membuat para Anak Buah Kapal (ABK) rentan terhadap penyebaran Covid-19.

Hal itu menjadi atensi Satuan Polair Polres Bangkalan dengan menggelar Operasi Yustisi di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Kamis (29/4/2021). Menggunakan Kapal X-1031 bermesin ganda, enam personel Satpolair dipimpin langsung Kepala Satuan (Kasat) Polair Polres Bangkalan, AKP Arif Djunaedi, bertolak dari Pelabuhan Kamal.

Sejumlah kapal angkutan barang dari Kalimantan yang tengah berlabuh di APBS menjadi sasaran Operasi Yustisi. Enam personel Satpolair Polres Bangkalan menaiki kapal-kapal itu dan membagikan sedikitnya 50 masker kepada para ABK.

Arif Djunaidi mengungkapkan, Operasi Yustisi tersebut merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Covid-19 di wilayah hukum perairan Polres Bangkalan.

“Patroli yang ditingkatkan ini sebagai upaya mengantisipasi penyebarab Covid-19,” ungkap Arif Djunaidi kepada SURYA.

Dalam Operasi Yustisi di APBS, selain sosialisasi dan memberikan masker secara gratis, Satpolair Polres Bangkalan memberi teguran lisan kepada sejumlah ABK yang kedapatan tidak bermasker.

“Kami mengingatkan para ABK untuk selalu wajib menggunakan masker sebagai upaya mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak aman saat berkomunikasi dengan orang lain dengan jarak minimal 1 meter, dan sering mencuci tangan pakai sabun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri 2021 dengan tagline, ‘Dilarang Mudik dan di Rumah Saja’ d gelar di Mapolres Bangkalan, Senin (24/4/2021).

Inspektur Upacara sekaligus Bupati Bangkalan, RK Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) mengingatkan kepada seluruh stakeholder bahwa third wave (gelombang III) penyebaran Covid-19 terjadi di beberapa negara dunia, yang memaksa kembali memberlakukan kebijakan lockdown. Kasus terbesar saat ini terjadi di India.

Ra Latif mencontohkan kasus kematian Covid-19 di India yang menyentuh angka lebih dari 2.000 per hari. Itu terjadi lantaran kerumunan pada kegiatan festival keagamaan.

Masyarakat setempat terlena, seolah Covid-19 telah hilang pasca-vaksinasi dan angka positif terkonfirmasi menurun. Sehingga penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat menjadi kendor.

Karena itu Ra Latif tidak ingin lonjakan positif terkonfirmasi kembali terjadi di Bangkalan akibat peningkatan mobilitas masyarakat, seperti saat libur panjang Hari Raya Idul Fitri 2020. Saat itu kasus positif terkonfirmasi di Bangkalan menyentuh angka 69-93 persen. ***

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved