Berita Kediri
Pasien Stroke Sebatang Kara Dirawat Tim Home Care Peduli RSUD Gambiran Kota Kediri
Untuk mendatangi rumahnya Tim Home Care Peduli harus berjibaku melewati jembatan kecil berpalang.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, KEDIRI - Suraji (71) penderita stroke yang sehari hari hidup sebatang kara telah mendapatkan penanganan dari Tim Home Care Peduli RSUD Gambiran, Kota Kediri.
Pasien stroke ini tinggal Gang VI Tangkis RT 38/RW 9, Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Untuk mendatangi rumahnya Tim Home Care Peduli harus berjibaku melewati jembatan kecil berpalang.
Di rumahnya dengan ruangan ukuran 3 x 3 meter, Suraji tinggal sendirian tanpa ada keluarga yang merawat.
Istrinya bekerja sebagai buruh pabrik rokok di Surabaya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pengobatan Suraji.
Baca juga: Kronologi Maling Curi TV di Kota Malang Terekam CCTV, Pelaku Menyaru Jadi Ojek Online
Baca juga: Kabar Duka Meninggalnya Listianto Rahardjo, Arema FC : Namanya Harum di Bhumi Arema dan Aremania
Baca juga: Hasil Pengecekan Menu Takjil di Kabupaten Trenggalek, Ada yang Mengandung Bahan Berbahaya Ini
Kristika Sadtyaruni, Koordinator Home Care Peduli RSUD Gambiran menjelaskan, menerima pengaduan dari warga tentang kondisi Suraji yang menderita stroke dan pernah opname.
"Tidak ada saudara yang mengantarkan kontrol ke fasilitas kesehatan,” ungkap Kristika Sadtyaruni, Rabu (21/4/2021).
Selanjutnya Tim Home Care Peduli bergerak ke rumah Suraji.
Namun kendaraan tidak bisa menjangkau rumah Suraji karena harus melewati jembatan kecil berpalang.
Kondisi ini memaksa Tim Home Care Peduli yang terdiri dari perawat dan psikolog meninggalkan kendaraan di seberang sungai untuk meniti jembatan menyeberangi sungai.
Upaya ini cukup menyulitkan petugas yang harus melompati palang-palang besi di atas titian jembatan.
Sementara kondisi Suraji saat petugas tiba di rumahnya sangat memprihatinkan.
Penderita tinggal di rumah petak berukuran 3 x 3 meter ditemani kakak iparnya yang sudah tua.
Suraji menderita stroke pada tubuh sebelah kiri dan tak bisa menggerakkan kaki dan tangan kirinya.
Sehari-hari Suraji hanya terbaring dia atas ranjang.
Tidak adanya anggota keluarga membuat Suraji tak bisa memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tim-home-care-rsud-gambiran-sewaktu-memeriksa-kondisi-pasien.jpg)