Breaking News:

Berita Trenggalek

Hasil Pengecekan Menu Takjil di Kabupaten Trenggalek, Ada yang Mengandung Bahan Berbahaya Ini

Total ada 16 sampel yang dicek dengan 21 parameter yang terdiri dari 17 pengecekan kandungan kimia dan bakteri berbahaya.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Pengambilan sampel makanan untuk dicek di laboratorium oleh Dinkes Trenggalek, Senin (19/4/2021). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek telah menyelesaikan pengecekan labolatorium pada menu makanan di Pasar Takjil sekitar alun-alun, Rabu (21/4/2021).

Total ada 16 sampel yang dicek dengan 21 parameter yang terdiri dari 17 pengecekan kandungan kimia dan bakteri berbahaya.

Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek Yazid Manan mengatakan, hasil pengecekan itu menunjukan ada beberapa makanan yang terindikasi mengandung bahan berbahaya.

Untuk formalin, dari tujuh sampel yang dites, lima di antaranya positif mengandung bahan kimia berbahaya itu.

Sementara untuk boraks, dari empat yang dites, dua positif.

Untuk 5 sampel pengetesan kandungan sakarin, dua sampel hasilnya positif.

“Kalau untuk pengecekan yang biologi, kami mengecek kandungan e-coli pada empat sampel. Hasilnya, satu positif dan tiga negatif,” kata Yazid.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Wali Kota Review Produk UMKM Kota Kediri Via Instagram

Baca juga: Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro : Almarhum Listianto Rahardjo Sosok yang Humoris

Baca juga: Antisipasi Mudik Lebih Awal, Kabupaten Lamongan Berlakukan Sejumlah Aturan Lewat SE

Dari pegetesan itu, pihaknya juga menemui dua makanan yang mengandung beberapa bahan kimia berbahaya sekaligus.

“Ini kami juga masih penasaran. Kok bisa dua makanan itu terindikasi positif untuk banyak pengecekan kimia,” kata dia.

Dari hasil temuan itu, pihaknya akan mendatangi para penjual makanan yang mengandung bahan berbahaya itu.

Ketika membeli sampel, dinkes telah mendata identitas para penjual.

“Kami akan tindaklanjuti dengan mendatangi ke alamat penjual. Kami akan sampaikan hasilnya dan amati titik kritis proses pembuatannya. Kandungan berbahaya itu kadang bisa dari bahanya, bisa dari proses pembuatannya, atau lainnya,” tutur Yazid.

Dengan temuan itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada ketika hendak membeli makanan untuk menu berbuka puasa.

“Misalnya, makanan-makanan yang rasanya kenyal berlebihan itu patut dihindari karena bisa jadi terindikasi mengandung boraks. Atau misalnya, makanan yang warna-warnanya ngejreng itu bisa juga mengandung rodamin,” ujar dia.

BACA BERITA TRENGGALEK LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved