Berita Pamekasan Madura
5 FAKTA Tragedi Berdarah di Pamekasan, Adik Bacok Kakak Kandung, Kasus Lain Dibakar Hidup-hidup
Berikut rangkuman fakata tentang tragedi berdarah di Pamekasa, Madura. Seorang adik tega membacok kakak kandungnya sendiri dengan celurit hingga tewas
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id - Berikut rangkuman fakata tentang tragedi berdarah di Pamekasa, Madura.
Seorang adik tega membacok kakak kandungnya sendiri dengan celurit hingga tewas di Dusun Oro Timur, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Kamis (16/4/2021) petang.
Kasus sebelumnya tak kalah sadis, seorang warga di Cianjur, Jawa Barat tega membakar hidup-hidup kakak kandungnya.
Baca juga: Tragedi Berdarah di Pamekasan, Adik Kandung Bacok Celurit sang Kakak hingga Tewas gara-gara ini
Baca juga: Motif Juan Bunuh Kakak Kandung, Sakit Hati Karena Tak Diizinkan Menikah, Tabung 3 Kg Elpiji Melayang
Pembunuhan di Pamekasan disebabkan lantaran sang adik sakit hati dengan perkataan kakaknya.
Berikut rangkuman faktanya.
1. Bacok kakak pakai celurit

Tragedi berdarah terjadi dei Dusun Oro Timur, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Kamis (16/4/2021) petang.
Jaelani (20) tega membacok kakak kandungnya Mashudi (33) dengan celurit hingga hingga tewas hanya karena sakit hati kata-kata korban.
Perisitiwa pembunuhan itu terjadi di teras rumah mereka.
Korban tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit karena kehabisan darah.
2. Gara-gara sakit hati
Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan, pembunuhan yang dilakukan pelaku terhadap kakak kandungnya ini ditengarai lantaran sang adik sakit hati dengan perkataan kakaknya.
Atas dasar sakit hati itu, lalu pelaku masuk ke dalam kamarnya mengambil celurit.
Lalu seketika, pelaku langsung menebaskan celurit tersebut ke bagian perut dan dada korban yang saat itu sedang duduk santai di depan teras rumahnya.