Berita Malang Raya
Daur Ulang Sampah Jadi Bahan Ekonomis dan Bernilai Jual Tinggi
Persoalan sampah tidak dapat disepelekan karena bisa berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan.
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
Namun, persentase tersebut masih jauh di bawah target dalam Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Kota Batu yang sebesar 22 persen.
Pada 2021, pengurangan sampah ditargetkan sebesar 24 persen.
"Maka dari itu, kami bersama masyarakat berkomitmen dan berperan aktif untuk mengurangi sampah dengan cara seperti ini," ujarnya.
Berbagai upaya dilakukan DLH untuk merealisasikan berkurangnya sampah di Kota Batu.
Salah satunya adalah menggerakan truk-truk pengangkut sampah yang dibagi sesuai jadwal untuk mengangkut sampah terpilah.
Dengan penjadwalan itu, truk-truk tidak bisa lagi asal mengangkut sampah lalu membawanya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung.
Truk sampah akan melakukan pengangkutan sampah organik yang dijadwalkan setiap Senin, Selasa dan Kamis.
Sedangkan sampah non-organik akan diangkut setiap Rabu dan Sabtu. Sedangkan sampah B3 diangkut khusus pada Minggu.
Langkah terbaru kali ini adalah membuat bahan pakai dari daur ulang sampah.
DLH Kota Batu menggandeng sejumlah pegiat untuk membuat bahan pakai dari daur ulang sampah.
Harapannya, geliat perekonomian bisa tumbuh dari cara-cara itu.
“Ini contoh bagaimana sampah bisa menjadi bahan baku perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2021, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu menggelar acara Batu Recycling Exhibition, dengan tema 'Sampah sebagai bahan baku ekonomi di masa pandemi' di Lippo Plaza, Kota Batu, Selasa (6/4/2021).
Rangkaian acara di isi peragaan pakaian daur ulang sampah, pemberian penghargaan bagi individu, kelompok, bank sampah, pelaku usaha pengelolaan sampah, pengukuhan koperasi lingkungan, pemberian penghargaan vlog terbaik, pameran produksi daur ulang sampah dan acara bincang-bincang terkait UMKM.