Berita Gresik
Usai Curhat ke Bupati Gresik, Pupuk Bersubsidi Langsung Dikirim untuk Petani di Balongpanggang
Usai dipindah dari truk pengangkut, satu-persatu petani antre di gudang penyimpanan.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, GRESIK - Pekan lalu, para perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) wadul ke Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani terkait kesulitasn mendapatkan pupuk.
Kini, wajah mereka sumringah melihat pupuk diangkut turun dari atas truk di Kecamatan Balongpanggang.
Petani di Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Minggu (28/3/2021) sore sudah mendapatkan distribusi pupuk bersubsidi dari pemerintah.
Usai dipindah dari truk pengangkut, satu-persatu petani antre di gudang penyimpanan.
Mereka tidak sabar mendapat jatah pupuk NPK, Phonska maupun jenis lainnya yang disubsidi sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK).
Sutikno, pengurus Gapoktan Desa Ngampel, mengaku bersyukur bisa mendapat pupuk.
"Alhamdulillah, kemarin sore sudah datang, akhirnya bisa mendapatkan pupuk. Senin pekan lalu kami memang bertemu Pak Bupati di rumah pendopo, Alhamdulilah langsung lancar distribusi pupuknya," ucapnya, Senin (29/3/2021).
Baca juga: Eks Tenaga Banpol Pemkot Blitar Pertanyakan Proses Pengadaan Tenaga Outsourcing
Baca juga: 72 Sepeda Motor Knalpot Brong Parkir di Mapolres Trenggalek, Pemilik Ganti Onderdil Asli di Lokasi
Baca juga: Gelapkan Uang Setoran Perusahaan Hingga Rp 271 Juta, Pria Kediri Ini Ditangkap Polisi
Sutikno bersama perwakilan petani lainnya mengaku resah karena hingga masuk musim tanam kedua masih belum ada pupuk bersubsidi masuk ke desanya.
Padahal petani sudah waktunya melakukan pemupukan pada komoditi padi.
Dia bersama para petani asal Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang ini nekat mengadukan permasalahan penyaluran pupuk bersubsidi ke Bupati Fandi Akhmad Yani di Pendopo Rumah Dinas Bupati Gresik.
Bertemu dengan orang nomor satu di Gresik, langsung dimanfaatkan Sutikno jika selama ini penebusan pupuk bersubsidi di desa-desa sangat sulit. Dan, terdapat administrasi yang berbelit.
Bahkan, ia sempat ditolak agen untuk mendapatkan pupuk hanya karena salah input data NIK yang dilakukan petugas.
"Saat itu waktu mau nebus, petugas yang bagi pupuk bilang katanya NIK salah input. Akhirnya saya waktu itu tidak jadi beli pupuk dan harus mengurus surat keterangan ke kepala desa," ujar dia.
Sebenarnya, ditambahkan Sutikno keinginan para petani tak muluk-muluk.
Mereka hanya meminta adanya ketersediaan pupuk bersubsidi sehingga bisa digunakan petani hingga masa panen nanti sehingga petani tidak was-was setiap membutuhkan pupuk.
"Proses penebusan pupuk bersubsidi super sulit. Kami meminta pemerintah mengubah jalur distribusi pupuk subsidi lebih mudah, ketersediaan ada sehingga petani Gresik sejahtera," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gapoktan-desa-ngampel-pupuk-subsidi.jpg)