Breaking News:
Grahadi

Kongres HMI di Surabaya

Ketua Umum PB HMI Raihan Ariatama Silaturahmi ke Gubernur Khofifah dan Kapolda di Grahadi

Ketua Umum PB HMI, Raihan Ariatama bersama jajaran PB HMI bersilaturahmi ke Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/3/2021).

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Ketua Umum PB HMI Raihan Ariatama bersama jajaran PB HMI bersilaturahmi ke Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/3/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua Umum PB HMI, Raihan Ariatama bersama jajaran PB HMI bersilaturahmi ke Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/3/2021)

Kedatangan Raihan dan rombongan itu disambut lengkap oleh Forkopimda Jatim mulai Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawanaa, Kapolda Jatim dan juga Pangdam V/Brawijaya.

Dalam kesempatan tersebut, diskusi dan obrolan berjalan gayeng. Ketua Umum PB HMI Raihan menyampaikan terima kasihnya pada Gubernur Khofifah dan jajaran yang telah memfasilitasi Kongres HMI ke XXXI di Kota Surabaya. Pasalnya, meski sempat terjadi gaduh sedikit dan gejolak, ia mengatakan bahwa itu bagian dari dinamika.

“Pertama kami sampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholer, Gubernur Khofifah, pihak keamanan, Polda Jatim dan seluruh warga masyatakat, karena memang kesuksesan Kongres HMI tidak lepas dari peran serta dan dukungan dari keluarga besar di Jawa Timur, lengkap dengan Satgasnya,” kata Raihan.

Ia juga secara resmi memohon maaf atas kegaduhan yang sempat muncul hingga berujung pada penangkapan enam orang peserta kongres oleh yang berwajib.

Raihan menegaskan, bahwa hal tersebut murni adalah dinamika dan gejolak yang terjadi di internal dan tidak ada tendensi di luar itu.

“Atas gejolak kemarin, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang kami perbuat di Jawa Timur. Itu murni karena memang situasi kami di internal dan tidak ada maksud kami untuk membuat kegaduhan di Jatim,” tegasnya.

Ia menyebut, bahwa pihaknya telah berkoordinasi intens dengan jajaran di Jawa Timur. Ia meluruskan duduk perkara dengan menekankan bahwa gejolak yang ada hanya bagian dari dinamika berorganisasi dan bermusyawarah.

Dan atas enam orang peserta Kongres yang masih ditahan oleh pihak kepolisian, Raihan menyebutkan, bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi dan bicara langsung dengan Kapolda Jatim. Ia berharap semua bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Insya Allah kami akan bicara dengan Kapolda terkait penanganan teman-teman. Kalau memang kami harus melakukan pemberian bantuan hukum, kami siap membantu teman kami secara hukum. Tapi kalau bisa kekeluargaan, itu lebih baik. Karena mereka adalah peserta resmi,” ucapnya.

Ke depannya, ia juga menyampaikan bahwa HMI berkomitmen untuk mengambil nilai-bilai guyup rukun dari Jatim untuk diterapkan di internal HMI.

Sementara itu, secara resmi Gubernur Khofifah menyampaikan selamat pada Raihan yang telah terpilih sebagai Ketua Umum PB HMI. Menurutnya, proses yang dijalani oleh HMI dengan kongres dan dinamiknya adalah proses penting bagi negeri.

“Bahasa saya, proses ini adalah proses sirkulasi elit. Ini adalah proses pembibitan elit di negeri ini. Kontribusi HMI di sangat banyak elemen strategis di negeri ini sudah memberikan bukti dedikasi dan pengabdiannya untuk negeri ini sudah memberikan satu produktivitas yang luar biasa. Oleh karena itu bagi kami yang di Jatim, kita ini jadi bagian saksi sejarah lahirnya kepemimpinan yang akan menjadi bagian dari proses menjaga mengawal, mereka-mereka yang nantinya mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang maju,” pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved