Breaking News:

BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021 akan Ada Lagi? DPR Usulkan Kartu Pra Kerja Diganti BLT Karyawan

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengusulkan Kartu Pra kerja diganti program seperti BLT BPJS Ketenagakerjaan atau BLT karyawan

ISTIMEWA
ILUSTRASI uang BLT BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021. DPR Usulkan Kartu Pra Kerja Diganti BLT Karyawan 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Isu tentang Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT karyawan baru-baru ini jadi sorotan lagi.

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengusulkan, agar program Kartu Pra kerja diganti dengan program seperti BLT BPJS Ketenagakerjaan.

Lantas, benarkah BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021 akan ada lagi?

Segera cek rekening BCA dan bank swasta lainnya sebab BLT karyawan gelombang 2 tahap 6 cair atau sudah ditransfer.
Segera cek rekening BCA dan bank swasta lainnya sebab BLT karyawan gelombang 2 tahap 6 cair atau sudah ditransfer. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Baca juga: Menaker Ida Fauziyah Pastikan BLT Karyawan 2021 Cair, Ini Syarat Pegawai yang Berhak Menerima

Baca juga: Menko Airlangga Singgung Lagi Soal BLT Karyawan 2021, Terungkap Alasan Diganti Kartu Pra Kerja

Dalam rapat kerja bersama Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Selasa (16/3/2021), Saleh awalnya meminta agar pemerintah membuat kanal YouTube khusus berisi berbagai program pelatihan.

Kanal youtube tersebut nantinya bisa diakses siapa saja tanpa perlu mendaftar.

"Apakah tidak bisa video yang mereka buat itu (dibuat lembaga pelatihan) kita beli saja, kalau sudah dibeli tinggal kita tayangkan.

Bikin satu website resmi yang dimiliki pemerintah, isinya soal itu semua, jadi orang siapa saja pun kalau mau belajar tinggal buka itu," kata Saleh, dilansir dari Kompas TV dalam artikel 'DPR Minta Program Kartu Prakerja Diganti dengan BLT Gaji'

Sebelumnya, Ida memang pernah menyebut BLT karyawan tak dilanjutkan tahun ini karena sebagian anggarannya dipakai untuk Kartu Pra kerja.

Anggaran kartu PraKerja 2021 yang tadinya hanya Rp 10 triliun, ditambah menjadi Rp 20 triliun.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved