Breaking News:

Sambang Kampung

Setiap Minggu Warga Dukuh Pakis Bikin Minuman Herbal, Dibagikan Gratis untuk Menambah Imunitas

Pandemi covid-19 mendorong warga RT 1 RW 1 Dukuh Pakis, Kota Surabaya, untuk lebih memperhatikan kesehatan.

SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
JAMU WARGA - Warga secara rutin mengolah jamu sendiri di Pos/ Balai RT 001 RW 001 Kelurahan Dukuh Pakis, Kec Dukuh Pakis Surabaya, Senin (15/3/2021). 

Setelah semua bahan dicuci bersih, langkah selanjutnya yakni diparut, kemudian dijemur.

"Bisa dijemur sehari kalau panas. Pokoknya sampai benar-benar kering," tambahnya.

Proses selanjutnya yakni perebusan. Waktu yang dibutuhkan sekitar satu jam untuk 38 liter.

"Setelah itu, didiamkan sebentar supaya agak dingin. Kalau sudah, disaring dan siap diambil oleh warga," Miani memaparkan.

Sementara untuk membuat wedang secang, bahan utamanya yakni jahe, jahe merah, kayu manis, kapulaga, cengkeh dan serai.

"Membuatnya tidak dikeringkan. Jahe dan jahe merah diblender dulu. Sementara bahan-bahan yang lain langsung dimasukkan. Merebusnya juga sama, prosesnya selama satu jam," urai Miani.

Minuman herbal tersebut tahan dua hari di suhu ruang. Sementara bisa awet sampai lima hari jika disimpan di dalam kulkas.

"Dari warga alhamdulilah, responnya baik, warga senang. Kalau belum ambil, pasti saya infokan lagi," pungkasnya.

Ketua RT 1 RW 1 Dukuh Pakis, Rangga Rizky mengatakan, pihaknya berupaya untuk terus menjaga kesehatan warga, apalagi di masa pandemi.

"Penyemprotan disinfektan juga dilakukan swadaya oleh masyarakat sendiri. Dilakukan kalau ada waktu luang," katanya.

Hal ini merupakan salah satu kegiatan sosial yang bertujuan untuk membantu satu sama lain.

"Harapannya tidak membebankan warga. Kami akan melakukannya sampai pandemi selesai," tutupnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved