Konflik Partai Demokrat

Taktik Kubu AHY Adang Moeldoko, Bawa 2 Boks Berkas ke di Kemenkumham & Siapkan Santet Banten ke KSP

Berikut adalah taktik kubu AHY alias Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat untuk mengadang KSP Moeldoko di Kemenkumham.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Tribunnews.com/Chaerul Umam/Kompas.com
Kubu AHY membawa 2 boks berisi bukti diklaim otentik tentang KLB Deli Serdang ilegal ke Kemenkumham. Foto kanan : KSP Moeldoko. Adu taktik AHY dan Moeldoko akan diuji di Kemenkumham. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Berikut adalah taktik kubu AHY alias Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat untuk mengadang Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Kementerian Humum dan HAM ( Kemenkumham).

Hari ini, Senin (8/3/2021), rencananya kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang yang memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Dmeokrat mendaftarkan ke Kemenkumham.

Sebelum kubu Moeldoko datang, kubu AHY sudah mengirimkan 2 boks berkas otentik yang menunjukkan penyelenggaraan KLB di Sibolangit, Deli Serdang ilegal.

Hal itu tampak dari pantauan reporter Tribunnews (grup SURYA.co.id) di lokasi.

Selain membawa berkas yang diklaim sebagai bukti otentik KLB Deli Serdang ilegal, sebelumnya juga ada rencana Ketua DPC Partai Demokrat Lebak sekaligus Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya akan mengirimkan santet Banten kepada KSP Moeldoko.

Bagaimana kelanjutan cerita konflik Partai Demokrat saat ini? Berikut ulasannya yang dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.com dan Kompas TV.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko melambaikan tangan usai memberi keterangan pers di kediamannya kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Moeldoko membantah tudingan kudeta kepemimpinan Partai Demokrat di bawah Agus Harimurti Yudhyono (AHY) demi kepentingannya sebagai calon presiden pada pemilihan umum tahun 2024 mendatang. Berikut respons AHY setelah Moeldoko dipilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sibolangit, Jumat (5/3/2021).
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko melambaikan tangan usai memberi keterangan pers di kediamannya kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Moeldoko membantah tudingan kudeta kepemimpinan Partai Demokrat di bawah Agus Harimurti Yudhyono (AHY) demi kepentingannya sebagai calon presiden pada pemilihan umum tahun 2024 mendatang. Berikut respons AHY setelah Moeldoko dipilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sibolangit, Jumat (5/3/2021). (ANTARAFOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), AHY mengatakan, berkas yang dibawa ke Kemenkumham sebagai bukti kubu Moeldoko melanggar AD/ART Demokrat.

"Kami sudah sediakan berkasanya lengkap, otentik, bahwa dari sisi penyelenggaraan maupun peserta yang mereka klaim KLB itu sama sekali tidak memenuhi AD/ART konstitusi Demokrat," ucap AHY di lokasi.

"Mereka yang datang bukanlah pemegang hak suara yg sah. Mereka hanya diberikan jaket dan jas Partai Demokrat seolah-olah mewakili suara sah," lanjutnya.

Tim dari DPP Demokrat membawa dua boks berisikan dokumen otentik yang menunjukkan penyelenggaraan KLB di Sibolangit, Deli Serdang ilegal.

AHY melanjutkan, proses pengambilan dalam KLB itu tidak sah, tidak kuorum dan tidak ada unsur DPP yang seharusnya menjadi penyelenggara.

Dia menjelaskan, berdasarkan AD/ART, KLB bisa diselengarakan jika disetujui dan diikuti sekurang-kurangnya 2/3 DPD (Dewan Pimpinan Daerah).

Selain itu, sekurang-kurangnya 1/2 dari jumlah ketua DPC se-Indonesia, dan harus mendapat persetujuan Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Jadi semua itu menggugurkan hasil dan semua klaim, hasil dan produk yang mereka hasilkan pada saat KLB Deli Serdang tersebut. Belum lagi berbicara mereka tidak menggunakan konstitusi Demokrat yang sah, AD/ART yang sudah disahkan Kementerian Hukum dan HAM pada Mei 2020 lalu," ujar AHY.

Halaman
1234
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved