Fakta Suara Dentuman Keras di Malang Raya, Berikut Penjelasan BMKG
Suara dentuman yang terjadi di Malang Raya menggegerkan masyarakat, berbagai spekulasi sumber suara pun bermunculan, berikut fakta dan penjelasannya.
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Iksan Fauzi
Daryono menjelaskan bahwa fenomena Thunderstorm terjadi karena hal berikut:
"Tertindihnya lapisan udara dingin oleh udara hangat atau temperature inversion membuat suara petir tdk menyebar ttp menjalar ke muka bumi, shg suara petir mjd lebih kuat meski jarak sgt jauh mengikuti saluran audio yg disebut tropospheric ducting.#menjawabmisteridentuman"
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) itu juga menjelaskan bahwa dentuman bisa terjadi meski tak ada mendung dan tak ada petir.
"Di sini tidak mendung tak ada petir kok ada dentuman? Ini fenomena "tropospheric ducting", kiriman petir dari tempat sangat jauh.#menjawabmisteridentuman" tulis Daryono di twitter.
Suara Dentuman Bisa Bersumber Dari Mana Saja
Meski BMKG melalui Daryono telah meyakini bahwa suara dentuman tersebut berasal dari suara petir atau thunderstorm, lain halnya dengan Anung Suprayitno.
Pria yang menjabat sebagai Kasi Informasi Stasiun Klimatologi Karangploso itu mengatakan bahwa pendeteksi petir di daerahnya tidak mendeteksi aktivitas petir selama dentuman berlangsung.
"Kalau dari kami, dari luaran output LD (lightning) tidak menyatakan begitu.
Hanya dentuman bisa bersumber dari apa saja, salah satu bisa saja petir tapi mungkin tidak untuk kasus dentuman yang di Malang," katanya.
(Abdullah Faqih/SURYA.co.id/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/2-pemain-bola-indonesia-tersambar-petir-hingga-berasap-di-lapangan-1-meninggal.jpg)