Fakta Suara Dentuman Keras di Malang Raya, Berikut Penjelasan BMKG
Suara dentuman yang terjadi di Malang Raya menggegerkan masyarakat, berbagai spekulasi sumber suara pun bermunculan, berikut fakta dan penjelasannya.
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Iksan Fauzi
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id, - Suara dentuman yang terjadi di Malang Raya menggegerkan masyarakat, berbagai spekulasi sumber suara pun bermunculan, berikut fakta dan penjelasannya.
Dentuman keras terdengan di wilayah Malang Raya pada Selasa (2/2/2021) sekitar pukul 23.30 WIB hingga Rabu (3/2/2021) sekitar pukul 03.22 WIB.
Hari ini, Kamis 4 Februari 2021 pun, warga Malang masih melaporkan terkait suara dentuman keras yang terdengar seperti suara meriam tersebut.
Berikut SURYA.co.id merangkum Fakta Dentuman Keras yang terjadi di Malang Raya.
Diduga Berasal dari Petir
Melansir artikel Kompas berjudul "BMKG Yakin Suara Dentuman Misterius di Malang Berasal dari Petir, Ini Alasannya" Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa dentuman yang terjadi berulang kali itu bersumber dari petir.
Ia mengaku telah melakukan pelacakan dan memonitor data petir yang masuk sejak Rabu (3/2/2021) yaitu saat persitiwa dentuman tersebut terjadi.
Dari monitoring yang dilakukan Daryono, hasilnya terjadi hujan dan petir di beberapa daerah di Jatim mulai Selasa tengah malam hingga Rabu dini hari Adapun pada Rabu dini hari terpantau banyak aktivitas petir di langit Malang dan sekitarnya.
"Sekitar menjelang jam 12 malam atau 00.00 WIB dini hari (Rabu) itu terpantau banyak aktivitas petir di Malang dan sekitarnya. Selanjutnya juga ada petir di Bangil (Kabupaten Pasuruan) dan Mojokerto. Di Lawang sebelah utara (Kabupaten Malang) ada data petir sebelum pukul 02.00 WIB. Setelah itu di Kota Malang juga tercacat ada petir pukul 03.00 WIB," kata Daryono
Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Daryono sendiri di akun twitter pribadinya @DaryonoBMKG
"Akhirnya dengan tegas sampaikan bahwa dentuman di malang adalah thunderstorm" tulis Daryono
Apa Itu Fenomena Thunderstorm?
Dilansir dari SURYAMALANG.com, Thunderstorm adalah badai petir yang juga disebut badai listrik, badai guntur atau badai-p itu memiliki siklus hidup 30 menit.
Akibat fenomena Thunderstorm itu, muncul suara-suara meraung-raung yang bisa menjadi sangat keras.
Daryono menjelaskan bahwa fenomena Thunderstorm terjadi karena hal berikut:
"Tertindihnya lapisan udara dingin oleh udara hangat atau temperature inversion membuat suara petir tdk menyebar ttp menjalar ke muka bumi, shg suara petir mjd lebih kuat meski jarak sgt jauh mengikuti saluran audio yg disebut tropospheric ducting.#menjawabmisteridentuman"
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) itu juga menjelaskan bahwa dentuman bisa terjadi meski tak ada mendung dan tak ada petir.
"Di sini tidak mendung tak ada petir kok ada dentuman? Ini fenomena "tropospheric ducting", kiriman petir dari tempat sangat jauh.#menjawabmisteridentuman" tulis Daryono di twitter.
Suara Dentuman Bisa Bersumber Dari Mana Saja
Meski BMKG melalui Daryono telah meyakini bahwa suara dentuman tersebut berasal dari suara petir atau thunderstorm, lain halnya dengan Anung Suprayitno.
Pria yang menjabat sebagai Kasi Informasi Stasiun Klimatologi Karangploso itu mengatakan bahwa pendeteksi petir di daerahnya tidak mendeteksi aktivitas petir selama dentuman berlangsung.
"Kalau dari kami, dari luaran output LD (lightning) tidak menyatakan begitu.
Hanya dentuman bisa bersumber dari apa saja, salah satu bisa saja petir tapi mungkin tidak untuk kasus dentuman yang di Malang," katanya.
(Abdullah Faqih/SURYA.co.id/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/2-pemain-bola-indonesia-tersambar-petir-hingga-berasap-di-lapangan-1-meninggal.jpg)