Techno
WhatsApp Tak Tinggal Diam Ditinggal Penggunanya Gara-gara Kebijakan Baru, Berikut 4 Strateginya
Pihak WhatsApp tak tinggal diam ditinggal para penggunanya gara-gara kebijakan baru yang sempat jadi polemik. Lakukan 4 strategi ini
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id - Pihak WhatsApp tak tinggal diam ditinggal para penggunanya gara-gara kebijakan baru yang sempat jadi polemik.
WhatsApp melakukan berbagai upaya dan strategi agar tak ditinggal penggunanya.
Seperti diketahui, publik dibuat heboh dengan kemunculan notifikasi yang meminta persetujuan adanya kebijakan privasi baru dari WhatsApp.
Baca juga: Postingan Resmi WhatsApp Bisa Curi Identitas Hingga Rekening Bank? Cek Dulu, Benar atau Hoaks
Baca juga: Kebijakan Privasi Baru WhatsApp Bikin Pengguna Beralih ke Telegram dan Signal, Mana yang Lebih Aman?
Notifikasi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait keamanan data para pengguna.
Namun, WhatsApp akhirnya memundurkan tanggal berlakunya kebijakan baru ini.
Tujuannya agar pengguna lebih memahami maksud kebijakan baru WhatsApp.
Sembari menunggu kebijakan baru ini benar-benar diterapkan, WhatsApp juga berupaya meyakinkan pengguna bahwa pembaruan ini "aman" untuk pengguna WhatsApp.
Berikut rangkum strategi dan upaya yang telah dilakukan WhatsApp, dilansir dari Kompas.com dalam artikel '4 Upaya WhatsApp agar Tak Ditinggal Penggunanya, Singgung Apple hingga Bikin Status WA'
1. Menerbitkan klarifikasi awal
Pengguna di Indonesia sendiri mulai mendapatkan notifikasi bahwa bakal ada penerapan kebijakan baru pada 7 Januari 2021.
Hanya berselang dua hari, WhatsApp kemudian mengklarifikasi bahwa pembaruan kali ini berfokus pada interaksi antara pengguna dengan WhatsApp Business.
Menurut laman FAQ WhatsApp, pelaku bisnis yang menggunakan infrastruktur hosting Facebook akan dapat mengelola obrolan WhatsApp, menjawab pertanyaan, dan mengirimkan informasi berguna seperti tanda terima pembelian dengan pelanggan mereka.
Ketika pengguna memilih berkomunikasi dengan pelaku bisnis yang menggunakan infrastruktur hosting Facebook ini, baik melalui telepon, e-mail, atau WhatsApp, pelaku bisnis dapat menggunakan informasi tersebut untuk tujuan pemasarannya, mungkin juga termasuk iklan di Facebook.
Meski demikian, pengguna masih diberikan kebebasan untuk memilih, apakah mereka ingin berinteraksi dengan akun bisnis tersebut atau tidak.