Liputan Khusus
PMI Jatim Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen
Berdasarkan catatan Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim, daftar antrean permintaan plasma konvalesen di Jatim mencapai 288 orang
Membaca situasi kasus dan perkembangan penanganan Covid-19 di Jatim.
Edy menduga, ke depannya, permintaan stok darah untuk terapi plasma konvalesen bakal terus meningkat.
Seiring dengan adanya proses vaksinasi yang sedang bergulir untuk menekan kasus penularan, psikologi masyarakat cenderung menganggap terapi plasma konvalesen ampuh menyembuhkan pasien Covid-19.
“Kalau sudah seperti ini, akan bergerak paralel dengan kebutuhan (plasma konvalesen). Masyarakat akan berpikir untuk terapi plasma konvalesen, pikirannya begitu,” pungkasnya.
Sedangkan Juru Bicara (Jubir) dan Staf Ahli Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi menerangkan, menjadi pendonor plasma konvalesen tak bisa disamakan dengan donor darah pada umumnya.
Ada sejumlah syarat bagi seorang pendonor yang harus dipenuhi.
Pertama, pendonor adalah seorang penyintas, atau mereka yang sudah sembuh dari Covid-19, dan ditunjukkan dengan hasil negatif swab test.
Kedua, diutamakan mereka yang berjenis kelamin laki-laki.
Sedangkan perempuan, diprioritaskan untuk yang belum pernah hamil, atau yang tidak sedang hamil.
Karena wanita hamil atau sudah pernah, akan akan punya namanya antibodi, anti-HLA. Antibodi terhadap sperma dari suaminya.
Sehingga ada antibodi yang tidak baik untuk ditransfer ke orang lain melalui transfusi darah.
“Yang pas hamil mutlak enggak boleh. Tapi kalau misalnya pernah hamil, ini masih diteliti,” ujarnya.
Ketiga, harus sehat secara fisik maupun laboratorium.
Keempat, harus bebas dari penyakit malaria, HIV, hepatitis, dan penyakit-penyakit yang menular dari darah. Dan, kelima, titer memiliki banyak titer antibodi.
Disinggung mengenai potensi efek samping dari plasma darah konvalesen, Jibril tak menampik adanya potensi efek samping tersebut.
Apalagi antibodi itu terdapat banyak jenis yang terkandung dalam darah.
Tak menutup kemungkinan, plasma konvalesen isinya bukan hanya antibodi terhadap Covid-19.
Namun probabilitasnya, bagi Jibril terbilang kecil, dibandingkan besarnya manfaat plasma konvalesen.
“Selama ini jarang kami mendapatkan laporan apa seperti itu karena memang sudah kami ini screening,” pungkasnya. (Luhur Pambudi/Febrianto Ramadani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pengurus-palang-merah-indonesia-pmi-jatim-edy-purwinarto-dan-amin-istighfarin.jpg)