Breaking News:

Pilkada Mojokerto 2020

Hasil Real Count KPU, Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra Unggul di Pilkada Mojokerto 2020

KPU Kabupaten Mojokerto mengumumkan hasil rekapitulasi perhitungan perolehan suara tingkat Kabupaten di Pilbup Mojokerto 2020.

SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Proses rekapitulasi perhitungan perolehan suara tingkat Kabupaten dalam Pilkada Mojokerto 2020 di Gedung Pemilu, kantor KPU Kabupaten Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - KPU Kabupaten Mojokerto mengumumkan hasil rekapitulasi perhitungan perolehan suara tingkat Kabupaten di Pilbup Mojokerto 2020.

Berdasarkan real count KPU Kabupaten Mojokerto melalui model D, Hasil KWK rekapitulasi tingkat Kabupaten yang menyatakan Paslon nomor urut 01, Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar) unggul dengan memperoleh sebanyak 405.157 suara.

Kemudian, Paslon urut nomor 02, Yoko Priyono-Choirun Nisa (YoNi) sebanyak 95.481 suara. Sedangkan, Paslon nomor urut 03 Pungkasiadi-Titik Masudah memperoleh 120.458 suara.

Komisioner (Divisi Teknis Penyelenggaraan) KPU Kabupaten Mojokerto, Akhmad Arif menjelaskan, rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan perolehan suara tingkat Kabupaten berlangsung sekitar 10 jam di Gedung Pemilu, Rabu (16/12/2020) malam.

"Hasil perolehan suara dari tiga Paslon sudah kami publikasikan dan Paslon Nomor 01 mendapatkan suara sebanyak 405.157, Paslon nomor 02 yaitu 95.481 suara dan Paslon nomor 03 sebanyak 120.458 suara," ungkapnya, Kamis (17/12/2020).

Arif menyebut, total jumlah suara dalam pemungutan suara Pilbup Mojokerto tahun 2020 sebanyak 648.423 suara. Adapun rinciannya, yaitu suara sah sebanyak 621.096 suara. Sedangkan suara tidak sah mencapai 27.321 suara.

"Jumlah total DPT sebanyak 823.014 orang dengan partisipasi pemilih di TPS mencapai 79 persen dalam Pilbup Mojokerto 2020," jelasnya.

Menurut dia, puncak rapat pleno terbuka berlangsung lancar tanpa adanya interupsi dan keberatan, terkait prosedur pelaksanaan maupun dengan selisih selama rekapitulasi perhitungan suara tingkat Kabupaten dari saksi masing-masing Paslon, Bawaslu maupun PPK yang didampingi oleh Pawascam 18 Kecamatan tersebut.

"Kami hanya mengubah dari Model D Hasil Kecamatan menjadi D Hasil Model tingkat Kabupaten sehingga untuk keberatan saksi atau rekomendasi selisih maupun prosedur pelaksanaan kami anggap tidak ada," ucap Arif.

Ditambahkannya, prosedur tahapan selanjutnya KPU Kabupaten Mojokerto akan berkomunikasi bersama Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ada atau tidaknya perkara mengenai hasil pemungutan suara di Pilbup Mojokerto 2020.

"Kelanjutannya, kami menunggu informasi dari Mahkamah Konstitusi terkait dengan Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK). Setelah tiga hari dicatat di sana, jika tidak ada Kabupaten Mojokerto, maka kami akan menetapkan Paslon terpilih hasil rekapitulasi tingkat kabupaten," tandasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved