Kuliner
Owner KAG (Kakkk Ayam Geprek) Ferry Setiawan Bertahan lewat Inovasi meski Pasar Belum Kembali
Sekolah dan kuliah belum masuk membuat pengusaha kuliner Ferry Setiawan harus kreatif dalam mempertahankan usahanya.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Isinya ada suwiran ayam, lawar, telur bumbu, kentang kering, kacang goreng, sambal embe dan sambal matah, plus kuah kuning berempah.
Saat ini, di tiga gerainya di Surabaya, KAG rata-rata mampu menjual 1.124 pack Nasi Campur KAG setiap harinya, mulai jam 11.00 siang hingga 21.00 WIB.
"Ini sudah mentok dengan kapasitas produksi dan kemampuan SDM kami. Karena ayam geprek itu tidak bisa dibikin secara massal atau mesin. Jadi harus satu-satu. Namun kami akan terus melakukan perbaikan dan mengoptimalkan demi kepuasan konsumen," ujarnya.
Meski demikian, Ferry menilai bahwa potensi produknya untuk terus berkembang masih besar. Alasannya, saat ini sekolah atau kampus masih belum dibuka pembelajaran tatap muka, demikian juga sebagian perkantoran masih menerapkan work from home.
KAG telah membuka 17 gerai di 14 kota. Selain Surabaya, juga ada di Bali, Solo, Sidoarjo, Kediri, Mojokerto, Madiun, Pare, Trawas, Jakarta, Makassar, Samarinda, hingga Labuanbajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ferry-setiawan-dan-randy-chrispian-owner-dari-kag.jpg)