Kuliner
Owner KAG (Kakkk Ayam Geprek) Ferry Setiawan Bertahan lewat Inovasi meski Pasar Belum Kembali
Sekolah dan kuliah belum masuk membuat pengusaha kuliner Ferry Setiawan harus kreatif dalam mempertahankan usahanya.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Sekolah dan kuliah belum masuk membuat pengusaha kuliner Ferry Setiawan harus kreatif dalam mempertahankan usahanya.
Salah satu owner dari Kakkk Ayam Geprek (KAG) ini melakukan inovasi dengan menu baru.
"Sebagai pengusaha kami harus tetap berusaha. Dengan kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya seperti ini kami juga tetap harus usaha," ungkap Ferry, Selasa (8/12/2020).
Salah satu inovasi yang sudah dilakukan adanya menu nasi campur bungkus. Hasilnya, dalam dua Minggu terakhir, respon konsumen sangat positif. Bahkan sampai viral di media sosial.
"Terus terang saja, sekitar 60 persen konsumen saya adalah pelajar dan mahasiswa serta orang tua yang kadang mengantar pelajar TK dan SD di dekat outlet kami," ungkap Ferry.
Tapi karena sekolah dan kampus masih libur, konsumen 60 persen itu diakui belum kembali.
"Tapi dengan adanya menu baru nasi bungkus ini, menjadi ada peningkatan jumlah konsumen yang membeli. Terutama setelah viral di media sosial," ungkap Ferry.
Nasi campur yang dibungkus kertas minyak dari KAG ini, berupa nasi campur khas bali dengan ayam geprek yang sudah menjadi ikonnya.
Ferry mengakui, media sosial sangat mendukung penjualannya disaat musim pandemi seperti saat ini.
"Saat baru diluncurkan di hari pertama dan dikenalkan melalui sosial media, Nasi Campur KAG langsung terjual sebanyak 996 pack. Bahkan di hari kedua penjualannya langsung menembus angka 1.000 pack," ungkap Ferry.
Menu nasi Campur KAG tersebut juga disebut "Edisi Nostalgia" untuk mengenang awal mula dia memulai usaha bersama partnernya, Randy Chrispian pada tahun 2014 lalu. Saat itu dia menjual makanan bungkus dengan gerobak.
"Saya bukanlah influenzer, tapi kami memiliki IG follower organik dan aktif," kata Ferry.
Pihaknya sengaja menghadirkan nasi campur khas Bali, namun dengan sensasi beda, karena kalau memakai bungkus kotak atau plastik kurang nendang.
"Makanya kami mempertahankan kertas bungkus namun dengan look yang menarik," lanjut Ferry.
Dikatakan Ferry, selain bungkus yang dipakai, yang membedakan dengan menu nasi campur kebanyakan, adalah menu yang dihadirkan mengandung racikan ayam geprek khas KAG.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ferry-setiawan-dan-randy-chrispian-owner-dari-kag.jpg)