Breaking News:

PTPN XI

Musim Giling Tahun ini 3,8 Juta Ton Tebu sebagai Modal PTPN XI Naikkan Target Tahun 2021

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI pada musim giling tahun 2020  mencatatkan peningkatan cukup signifikan, yakni 3,8 juta ton tebu.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
foto: ptpn xi
Kegiatan on farm mulai dilakukan di lahan PTPN XI untuk mencapai target giling tahun 2021 yang naik dibanding capaian tahun ini.  

SURYA.co.id | SURABAYA  - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI pada musim giling tahun 2020  mencatatkan peningkatan cukup signifikan.

Giling terakhir Pabrik Gula (PG) wilayah PTPN XI diselesaikan PG Djatiroto jelang akhir Oktober lalu.

Total giling sejumlah 3,8 juta ton tebu naik dari tahun 2019 sebesar 3,6 juta ton.

Kemudian gula produksi 291.000 ton gula kristal putih naik bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 286.000 ton.

"Hanya rendemen rata-rata 6,98 turun bila dibanding tahun lalu yakni 7,91," kata Agus Setiono SEVP Operation, Rabu (18/11/2020).

Dari capaian tersebut, untuk persiapan di tahun 2021, board of management PTPN XI secara maraton lakukan evaluasi akhir giling 2020 seluruh pabrik gula.

Hal ini dilakukan sebagai upaya peningkatan dan perbaikan kinerja. Kegiatan ini dimulai per cluster dengan cluster wilayah barat terlebih dahulu.

"Kami lakukan Evaluasi hasil giling 2020 dengan melihat masalah potensial yang terjadi dan melakukan mitigasi terhadap upaya masalah yang ada supaya giling lebih baik dengan target laba pada giling 2021 nanti," kata R Tulus Panduwidjaja Direktur PTPN XI.

Beberapa upaya yang akan dilakukan antara lain memaksimalkan fungsi kontrol disetiap lini produksi, penyiapan bahan baku produksi baik kualitas dan kuantitas.

Memacu kreativitas karyawan dengan utilisasi aset sehingga bisa produktif serta minimalisasi investasi yang tidak langsung bisa berdampak pada hasil produksi.

Potensi peningkatan kinerja masih terbuka sehingga akan dilakukan perbaikan untuk optimalisasi produksi mulai dari on farm hingga optimalisasi aset.

"Dari evaluasi yang dilakukan masih memungkinkan untuk dilakukan upaya perbaikan untuk mendongkrak kinerja korporasi," lanjut Tulus.

Saat ini di kebun atau on farm sudah mulai dilakukan pengawasan dan pengendalian sehingga produktivitas kebun bisa terjaga.

Beberapa kebun yang memiliki protas 200 ton per hektar di HGU Djatiroto menjadi tolak ukur kebun lain, ini menjadi asa bersama.

"Wilayah barat kami coba optimalkan lahan Perhutani yang kerjasama agroforesty dengan kami," tandas Agus.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved