Pilbup Jember 2020

Debat Terbuka Pilkada Jember 2020: Semua Paslon Angkat Isu Pertanian

Tiga pasangan calon kepala daerah Kabupaten Jember memaparkan visi, misi, dan program kerja melalui debat publik pertama, Minggu (15/11/2020) malam.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Parmin
surya.co.id/sri wahyunik
Tangkapan layar debat terbuka calon kepala daerah Jember untuk Pilkada 2020, Minggu malam (15/11/2020). 

Surya.co.id | JEMBER - Tiga pasangan calon kepala daerah Kabupaten Jember memaparkan visi, misi, dan program kerja melalui debat publik pertama yang digelar KPU Jember, Minggu (15/11/2020) malam.

Debat publik calon kepala daerah itu digelar di studio televisi di Surabaya.

Warga Jember bisa memantau debat terbuka itu melalui beberapa saluran, seperti Youtube KPU Jember, radio, dan televisi lokal di Jember.

Debat itu berlangsung mulai pukul 19.00 - 21.00 Wib.

Pantauan Surya.co.id selama debat, ketiga pasangan calon itu memberikan porsi paling banyak dalam memaparkan isu pertanian.

Pasangan nomor urut 1 Faida - Dwi Arya Nugraha Oktavianto memaparkan program kerja untuk sektor pertanian, antara lain, dengan akan membentuk 'satu desa, satu lumbung pertanian', kemudian pemberian kartu tani tangguh, juga ada pemberian kartu saprodi.

"Kami memiliki janji kerja satu desa satu lumbung pertanian, untuk menciptakan ketahanan pangan pertanian di pedesaan. Kemudian membangun pasar pertanian. Memberikan kartu tani tangguh, kartu nelayan tangguh," ujar Dwi Arya Nugraha Oktavianto.

Sedangkan pasangan calon nomor urut 2 Hendy Siswanto - M Balya Firjaun Barlaman juga mengulik isu pertanian di paparan visi dan misi mereka.

"Jember merupakan daerah pertanian, 60 persen penduduknya bekerja di sektor pertanian. Kami akan membentuk smart village untuk memberikan daya dukung kepada masyarakat pedesaan, dan sektor pertanian," ujar Hendy.

Sedangkan Gus Firjaun menambahkan, pentingnya memaksimalkan peran BumDes untuk meningkatkan daya saing daerah, termasuk juga berperan aktif mengurusi nilai tambah paska panen produk pertanian.

Pasangan nomor urut 3 Abdussalam - Ifan Ariadna WIjaya juga menyampaikan visi dan misi mereka terkait sektor pertanian.

"Jember itu wilayah agraris. Dan di masa pandemi ini, terbukti petani dan sektor pertanian merupakan sektor yang bisa bertahan. Karenanya, semangat ini harus dimaksimalkan dan dijaga bagaimana pertanian menjadi benteng ketahanan pangan di Jember," ujar Salam.

Ifan menambahkan, jangan sampai isu pertanian hanya dijadikan komoditas jualan di kegiatan politik seperti saat Pilkada saat ini.

"Jangan isu pertanian dijadikan komoditas jualan saja, tetapi harus benar-benar dijadikan cara untuk menjadikan Jember berkedaulatan pangan. Negara hadir di pertanian, apalagi saat harga produk pertanian murah, dan pupuk langka. Kami akan membentuk BUMD yang bisa mengurusi sektor pertanian ini," tegas Ifan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved