Jumat, 1 Mei 2026

Kasus Campak di Sumenep Capai 2.944, 22 Anak Meninggal Dunia

Angka penderita suspek campak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jatim, selama tahun 2025 ini sangat tinggi. 22 anak dikabarkan meninggal dunia.

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Ali Hafidz Syahbana
VAKSINASI MASSAL - Tim dari salah satu puskesmas di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, saat melakukan vaksinasi campak bagi anak pada Selasa (26/8/2025). Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan, jumlah kasus penularan campak di Sumenep mengalami peningkatan 

SURYA.CO.ID, SUMENEP - Angka penderita suspek campak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim), selama tahun 2025 ini sangat tinggi.

Hingga 27 September 2025, tercatat ada 2.944 kasus suspek campak, dengan 205 pasien dinyatakan positif dan 22 anak meninggal dunia.

Meski demikian, kabar baiknya, tingkat kesembuhan pasien terus meningkat.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) P2KB Sumenep menyebutkan, sebanyak 2.893 pasien sudah dinyatakan sembuh, 29 anak masih menjalani perawatan.

Pasien yang masih dirawat itu, tersebar di enam rumah sakit rujukan dan satu puskesmas.

Rinciannya, RSUD dr H Moh. Anwar menangani 11 pasien, RSI Garam Kalianget 11 pasien, RSU Sumekar 5 pasien, RSIA Esto Ebhu 1 pasien dan Puskesmas Moncek 1 pasien.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, mengatakan bahwa temuan suspek campak memang masih ada.

Namun, angka kesembuhannya semakin tinggi, seiring meluasnya capaian imunisasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) campak di Sumenep.

"Alhamdulillah, ini berkat kerja keras semua pihak. Tidak hanya tenaga kesehatan, tapi juga dukungan kader posyandu, tokoh masyarakat dan tokoh agama," kata Syamsuri, Selasa (30/9/2025).

Berdasarkan catatan Dinkes, lonjakan tertinggi suspek campak terjadi pada 7 September 2025, dengan 129 kasus dalam sehari.Setelah itu, tren kasus harian terus menurun.

"Dalam sepekan terakhir, laporan kasus harian rata-rata hanya sekitar 6 sampai 8 pasien baru," sebutnya.

Kasus campak di Sumenep sendiri, lanjut Syamsuri, telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) campak, karena jumlah penderita mencapai ribuan dan puluhan meninggal dunia.

Situasi ini, bahkan mendapat perhatian langsung dari Kementerian Kesehatan, WHO dan UNICEF.

Kementerian Kesehatan RI mewajibkan imunisasi campak massal sejak 25 Agustus hingga 13 September 2025, dengan target 95 persen.

Tapi, karena target belum tercapai, pelaksanaan imunisasi diperpanjang hingga 27 September 2025.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, bahkan sempat datang langsung ke Sumenep.

Pihaknya juga meninjau jalannya imunisasi massal, sekaligus menjenguk pasien campak yang dirawat di rumah sakit.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved