Berita Lumajang

Suami Sabet Celurit Istri setelah Tepergok Selingkuh dengan Pria Lain di Lumajang

Tragedi berdarah baru saja terjadi di Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Selasa pagi (13/10/2020).

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Parmin
surya.co.id/tony hermawan
Kondisi warung AS di Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Selasa pagi (13/10/2020). 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Tragedi berdarah baru saja terjadi di Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Selasa pagi (13/10/2020).

Pemicunya, seorang suami, AS,  yang baru pulang dari mencari rumput memergoki istrinya, S, tak mengenakan busana dan berduaan bersama pria lain di dalam kamar.

Akibat cemburu buta, AS yang saat itu masih memegang celurit langsung menyabetkannya kepala korban. 

Diketahui di desa itu merupakan eks lokalisasi. Namun,  dari pantauan Surya.co.id aktifitas pelacuran tersebut masih berlangsung. 

Hal ini ditandai sapaan perempuan-perempuan centil meminta kesediaan untuk mampir sangat akrab di telinga.

Rata-rata perempuan ini mengenakan pakaian minim duduk berjajar saling melempar senyum kepada semua orang yang lewat.

LS salah satu pemilik warung yang tak ingin disebutkan namanya membenarkan, aktifitas prostitusi di kawasan tersebut pernah diobrak, tetapi kini kembali buka.

"Dua tahun lalu pernah diobrak waktu Bupati Lumajang baru menjabat," kata LS, Selasa (13/10/2020).

Saat disinggung mengenai kejadian pembacokan, LS mengaku tidak tahu menahu. 

 Dia pun mengatakan tak ada saksi mata selain istri AS. 

Sebab, kata LS, hubungan warga di Desa Kabuaran terbilang cuek. 

Pengakuan ini rasanya juga perlu diamini. Sebab berdasarkan pengamatan di lokasi bangunan antarwarga saling berjarak.

Kebanyakan dipisahkan lahan kosong yang belum digarap.

"Saya tadi pas pulang dari pasar, tiba-tiba jalan sepi. Terus ada polisi sama Pak RT. Saya tanya Pak RT juga gak tahu," ucapnya.

Saat ditanya mengenai dugaan istri AS menjalin cinta terlarang dengan S, ia kembali mengelengkan kepala.

Namun, LS menyebut bahwa  rumah AS sehari-sehari juga difungsikan sebagai warung kopi yang juga memajang pelayang perempuan.

"Itu (AS) kan ngontrak di rumah anak saya, sekitar dua tahun lalu," ungkapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved