Berita Jatim dan Surabaya Hari ini Populer: Risma Rapid Test Dadakan, Langgar Protokol Denda 250.000
Berita Jatim dan Surabaya hari ini Senin (14/9/2020): Risma gelar rapid test dadakan, puluhan reaktif dan denda Rp 250.000 berlaku mulai hari ini.
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Adrianus Adhi
Penulis: Alif Nur | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Berikut rangkuman Berita Jatim dan Surabaya populer hari ini Senin (14/9/2020) di antaranya Risma gelar rapid test dadakan.
Untuk mengingatkan masyarakat di tengah pandemi, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar rapid test dadakan di dua lokasi sekalgus.
Hasilnya, puluhan orang dinyatakan reaktif dan langsung diisolasi di hotel untuk kemudian dilakukan swab test.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur ( Pemprov Jatim) mulai menerapkan denda Rp 250 ribu bagi pelanggar protokol kesehatan perorangan berlaku mulai Senin (14//9/2020).
Berikut rangkuman Berita Jatim dan Surabaya Populer hari ini.
1. Risma Rapid Test Dadakan di Suramadu, Puluhan Reaktif dan Langsung Isolasi di Hotel
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap berharap warga Surabaya bisa menahan diri tidak keluar rumah jika tidak penting.
Hal itu disampaikan Risma, saat memimpin operasi rapid test massal dadakan di Surabaya hingga Minggu (13/9/2020) dini hari.
"Saya terpaksa lakukan seperti ini di tempat-tempat tertentu. kondisinya masih pandemi, memang tatanan new normal. Tapi kan kemudian warga juga bergerombol, dan itu bahaya sekali," kata Risma.
Risma berharap kesadaran untuk meningkatkan protokol kesehatan menjadi perhatian bersama. Sebab, saat ini upaya memutus mata rantai penyebaran terus digencarkan di Surabaya.
Risma mengaku tak ingin terjadi lonjakan kasus di kota pahlawan. Apalagi, data terbaru yang dimiliki Pemkot, kasus banyak menyerang anak muda. Bahkan, presentasenya mencapai 70 persen.
"Mohon dengan hormat, terutama pada anak-anak muda. Karena data yang saya amati, hampir 70 persen dari anak muda serta anak-anak," ujar Risma.
Secara umum dia juga berharap tak hanya yang muda yang disiplin pada protokol kesehatan. Melainkan, seluruh warga Surabaya dapat meningkatkan kesadaran.
"Saya berharap, semuanya bisa sadar," ungkap Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu.
