Kamis, 23 April 2026

Vaksin Corona

Vaksin COVID-19 Gratis Diberikan kepada Peserta BPJS Kesehatan, tapi Ada yang Berbayar

Ada wacana pemberian vaksin COVID-19 gratis diberikan kepada masyarakat yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan. Rencananya, mulai awal tahun 2021.

Editor: Iksan Fauzi

SURYA.co.id | JAKARTA - Rencananya, mulai awal tahun 2021, Pemerintah akan memberikan vaksin COVID-19 gratis kepada masyarakat.

Namun, ada wacana, pemberian vaksin COVID-19 gratis diberikan kepada masyarakat yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Selain vaksin corona gratis, pemerintah juga membuat skema menjual vaksin kepada orang yang mampu alias vaksin COVID-19 berbayar.

Berikut penjelasan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohirdalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kamis (27/8/2020).

Hari Ini 27 Agustus 2020 BLT Karyawan Cair, Cek Namamu di bpjsketenagakerjaan.go.id

Sosok Carlo Brix, Penangkap Tommy Soeharto Dilantik Erick Thohir di BUMN, Panglima FPI Juga Dibekuk
Sosok Carlo Brix, Penangkap Tommy Soeharto Dilantik Erick Thohir di BUMN, Panglima FPI Juga Dibekuk (Kompas.com)

Erick Thohir  menjelaskan, pemerintah akan menyelenggarakan vaksin gratis menggunakan data BPJS Kesehatan.

"Vaksin bantuan pemerintah di mana melalui budget APBN dan data BPJS Kesehatan, nanti ada istilahnya vaksin gratis secara massal yang diharapkan di awal tahun depan (2021)," kata Erick.

Namun, Erick mengatakan, vaksin subsidi pemerintah tidak tersedia untuk semua masyarakat.

Sebab, saat ini kondisi keuangan negara disebut terus mengalami penurunan.

Masyarakat yang terdata di BPJS Kesehatan pun tidak seluruhnya mendapatkan layanan vaksin gratis.

"Kami mengusulkan bila memungkinan untuk masyarakat bisa membayar vaksin mandiri untuk yang mampu," ujar Erick.

"Jadi yang terdata di BPJS Kesehatan, tapi dengan tingkat daya beli berapa harus mandiri.

Ini upaya kita juga untuk menekan upaya cashflow pemerintah," tuturnya.

Kerjasama dengan perusahaan Uni Emirat Arab dan China

ILUSTRASI Seorang ilmuwan menunjukkan vaksin eksperimental untuk virus corona COVID-19 yang diuji di Laboratorium Kontrol Kualitas di fasilitas Biotek Sinovac di Beijing.
ILUSTRASI Seorang ilmuwan menunjukkan vaksin eksperimental untuk virus corona COVID-19 yang diuji di Laboratorium Kontrol Kualitas di fasilitas Biotek Sinovac di Beijing. (Nicolas Asfouri/AFP)

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah telah menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), G42 dan perusahaan asal China, Sinovac dalam pengembangan vaksin Covid-19.

Menurut Erick, Indonesia bisa mendapatkan 30 juta vaksin yang bisa diberikan untuk 15 juta orang di akhir tahun 2020.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved