Pemkot Surabaya

Pemkot Alokasikan Rp 819 Miliar untuk Tangani Covid-19 di Surabaya

Pemkot Surabaya memfokuskan anggaran pada dua sektor, yaitu Jaring Pengaman Sosial dan sektor kesehatan dalam menangani covid-19 di Surabaya.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Parmin
Foto: istimewa
Pemkot Surabaya saat menerima sejumlah paket bantuan untuk penanganan covid-19 di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Alokasi anggaran ini berbanding lurus dengan kerja keras Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajaran
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang all out menangani pandemi global ini.

Anggaran ini berasal dari berbagai sumber, mulai dari APBN, APBD Provinsi, APBD Surabaya, hingga bantuan dari pihak swasta atau CSR.

Perencanaan hingga realisasi anggaran ini selalu didampingi jajaran kejaksaan, kepolisian, BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan) Jawa Timur, dan Inspektorat Surabaya.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Surabaya yang sekaligus Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Hendro Gunawan, mengatakan dalam rangka menangani Covid-19 ini, Pemkot Surabaya memfokuskan anggaran pada dua sektor, yaitu Jaring Pengaman Sosial dan sektor kesehatan. 

Di dua sektor ini, total anggarannya sebesar Rp 819 miliar atau Rp 819.521.262.040.

“Anggaran ini untuk penanganan Covid-19 hingga Juli 2020, sehingga anggaran ini sudah ada yang terealisasi dan untuk bulan Juli sudah siap direalisasikan,” tegas Hendro.

(Rincian realisasi dan yang siap direalisasikan bisa dilihat di infografis).

Rincian realisasi alokasi anggaran covid-19 Kota Surabaya.
Rincian realisasi alokasi anggaran covid-19 Kota Surabaya. (Foto: istimewa)

Menurutnya, anggaran Rp 819.521.262.040 itu berasal dari APBN sebesar Rp 552.862.025.000. Kemudian dari APBD Provinsi Rp 49.657.000.000, lalu dari APBD Surabaya sebesar Rp 136.246.514.992, dan dari CSR sampai dengan tanggal 30 Juni 2020 setara dengan Rp 60.160.162.048.

Ditambah dengan pelayanan mobil BIN dan BPNPB berupa rapid tes dan swab tes setara dengan Rp 20.595.560.000.

“Anggaran ini tidak menutup kemungkinan akan bertambah jika sampai bulan Juli pandemi ini belum selesai,” kata dia.

Hendro memastikan bahwa alokasi anggaran ini tersalurkan melalui beberapa program.

Khusus Jaring Pengaman Sosial, Pemkot mendapatkan bantuan dari APBN berupa Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan kepada 43.499 keluarga tidak mampu yang dalam satu keluarga tersebut terdapat ibu hamil, lansia, anak sekolah, dan/atau disabilitas.

PKH ini diberikan sejak Januari-Desember dan direalisasikan per triwulan. Ada pula program sembako dari Kemensos (Bantuan Pangan Non Tunai/BPNT) yang diberikan kepada 111.961 keluarga tidak mampu dengan nominal  Rp 150 ribu per bulan pada bulan Januari dan Februari.

Kemudian, sejak Bulan Maret dan seterusnya Rp 200 ribu per bulan. Di samping itu, ada Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diberikan kepada 166.394 keluarga Rp 600 ribu per bulan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved