Breaking News:

Berita Sidoarjo

Bambang Haryo Paparkan Program Penanganan UMKM di Sentra Perajin Topi dan Tas di Gedangan Sidoarjo

Bambang Haryo Soekartono (BHS), memaparkan sejumlah program penanganan UMKM saat berkunjung ke sentra perajin topi dan tas di Gedangan Sidoarjo

surabaya.tribunnews.com/m taufik
Bacabup Sidoarjo, Bambang Haryo saat berkunjung ke sentera perajin tas dan topi di Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Rabu (1/7/2020) 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Bakal calon bupati (Bacabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS), memaparkan sejumlah program penanganan UMKM saat berkunjung ke sentra perajin topi dan tas di Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Rabu (1/7/2020).

Termasuk program pembangunan Central Market UMKM, sentral industri mikro di masing-masing wilayah Kota Delta, dan beberapa program lain dipaparkan saat BHS bertemu dengan para perajin dan warga Punggul.

"Sidoarjo ini katanya sentra UMKM, tapi kok belum ada pusat UMKM-nya. Seperti pusat oleh-oleh yang menampung berbagai produk unggulan Sidoarjo dan sebagainya," ujar Sugeng, seorang warga saat berdialog dengan BHS.

Beberapa perajin juga mengluhkan mahalnya transportasi serta kurangnya dukungan pemerintah dalam membantu pemasaran produk UMKM lokal.

"Tenaga kerja dengan SDM mumpuni juga sulit didapat. Kami butuh pelatihan-pelatihan untuk warga, supaya bisa lebih maksimal dalam berkarya," kata Khoirul Ikhwan, perajin topi dan tas di Punggul.

Pria yang sudah punya 16 orang karyawan itu juga mengadu, masih belum pernah dapat kredit dengan bunga lunak untuk mendorong usahanya agar lebih maju.

"Pemasaran juga. Selama ini kami mengandalkan sales, pemasaran online dan jaringan sendiri," sambung perajin yang biasa kirim produknya sampai ke Bandung, Kalimantan, Bekasi, Riau, dan beberapa daerah lain di Indonesia tersebut.

Menanggapi itu, Bambang menyampaikan programnya untuk memuka central market UMKM. Semacam pusat penjualan dan pameran berbagai produk UMKM di Sidoarjo yang dipusatkan di suatu tempat.

"Di wilayah Utara, Barat, Timur, dan Selatan masing-masing dibangun sentral industri mikro. Ini untuk mendorong produksi dan pemasaran pelaku usaha mikro," urai Bambang Haryo.

Pemerintah juga harus membantu permodalan pelaku UMKM, membantu pemasaran ke luar daerah dan ke luar negeri, serta memfasilitasi tenaga kerjanya dengan menggelar pelatihan-pelatihan yang maksimal.

"UMKM adalah sektor yang sangat penting. 65 persen pendapatan daerah dari UMKM, kemudian 90 persen lebih tenaga kerja kita juga diserap UMKM," kata BHS.

Sehingga, dengan program-program maksimal untuk UMKM juga diyakini bakal maksimal pula untuk mendongkrak perekonomian warga.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved