Dexamethasone Ampuh Obati Corona di Inggris. Di Indonesia Hampir Semua Apotek Punya

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Kesehatan Inggris Matt Hancock yang memuji penggunaan steroid yang disebut 'dexamethasone'

Editor: Suyanto
ist/tribunjogja
Obat Dexamethasone 

 SURYA.co.id I LONDON - Tim dokter di Inggris menggunakan Dexamethasone sebagai obat penyembuh pasien corona.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Kesehatan Inggris Matt Hancock yang memuji penggunaan steroid yang disebut 'dexamethasone' bisa merawat pasien corona.

Sejauh ini, menurutnya, ini merupakan 'kabar terbaik' dalam penanganan krisis kesehatan corona.

Dikutip dari laman Sputnik News, Rabu (17/6/2020), hasil uji coba yang diumumkan pada hari Selasa kemarin menunjukkan bahwa dexamethasone yang biasanya digunakan untuk menangani peradangan pada penyakit seperti radang sendi, berhasil mengurangi angka kematian sekitar sepertiga pasien yang dirawat di rumah sakit dengan gejala corona terparah.

"Itu memang meningkatkan peluang anda untuk bertahan hidup secara cukup signifikan," kata Hancock.

Ia menambahkan bahwa semua pasien di Inggris akan segera menerima obat itu. "Inggris tidak boleh mengimpor kembali virus dari tempat lain," tegas Hancock.

Hal ini mengacu pada sistem penguncian (lockdown) yang mulai dilonggarkan di negara itu, dan bisa saja memunculkan kasus corona gelombang kedua.

Hancock pun bersikeras bahwa program karantina yang tepat harus dilakukan.

Kabar terkait pengobatan efektif pertama yang diklaim ampuh obati pasien corona ini pun akan segera ditindaklanjuti karena steroid ini tersedia secara luas dan murah, serta memberi harapan baru bagi penurunan angka kematian akibat pandemi corona.

Seperti yang disampaikan Sekjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus yang menanggapi positif kabar tersebut.

"Ini adalah kabar bagus dan saya mengucapkan selamat kepada pemerintah Inggris, Universitas Oxford, dan banyak rumah sakit di Inggris yang telah berkontribusi pada terobosan ilmiah yang menyelamatkan nyawa ini," kata Adhanom.

Sebelumnya, para peneliti yang dipimpin oleh tim dari Universitas Oxford telah memberikan dexamethasone kepada lebih dari 2.000 pasien dengan gejala Covid-19 parah.

Sejak 1 Juni lalu, Inggris memang telah secara bertahap mulai keluar dari penerapan sistem lockdown, sejalan dengan roadmap yang diumumkan sebelumnya.

Peraturan pertama yang diterapkan adalah mengurangi aktivitas warga di luar ruangan, di taman maupun ruang publik.

Kemudian pada pekan ini, negara itu memasuki tahap kedua dari relaksasi lockdown. Namun kebijakan seperti membuka kembali toko-toko non-esensial, kebun binatang dan taman hiburan, serta mengirim siswa kembali ke sekolah, masih menjadi pertanyaan yang belum diputuskan.

Di Indonesia, Dexamethasone juga sudah cukup dikenal. Hampir semua apotek menyediakan obat ini. Biasanya untuk obat nyeri dan obat alergi.

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved