Adu Jotos Massal: Tentara India Tewas 20, China Tewas 5 dan 40 Terluka

Global Times diterbitkan People's Daily, Surat Kabar resmi dari Partai Komunis China melaporkan, ada pihak China setidaknya 43 terluka

Editor: Suyanto
AFP/tribunnews.com
Tentara China dan tentara India di perbatasan Nathu La, pegunungan Himalaya. 

SURYA.co.id I BEIJING - Tawuran massa tanpa senjata alias adu tendang adu jotos melibatkan ratusan tentara China dan India di lembah Galwan, Ladakh Timur pada Senin malam (15/6/2020), ternyata tidak hanya menewaskan lima tentara India, seperti dilansir media internasional kemarin.

Global Times diterbitkan People's Daily, Surat Kabar resmi dari Partai Komunis China melaporkan, ada pihak China setidaknya 43 pasukan menjadi korban terluka, sebagian tewas dalam bentrokan di wilayah perbatasan yang menjadi sengketa China dengan India.

Satu diantara para korban adalah seorang perwira senior.

Berdasarkan evakuasi korban yang dilakukan China di sepanjang perbatasan, diperkiran lebih 40 orang.

"Berdasarkan apa yang saya tahu, pihak China juga ada jatuh korban dalam bentrokan fisik di lembah Galwank," ujar Hu Xijin dalam sebuah kicauannya seperti dilansir Reuters, Selasa (16/6/2020).

Dalam kicauannya di Twiiter, seorang wartawan senior Global Times menyebut, lima tentara China tewas dan 11 terluka dalam bentrokan dengan India di lembah Galwan di Ladakh. Demikian dilansir Stasiun TV India, NDTV.

Seorang tentara China dan tentara India di perbatasan Nathu La, pegunungan Himalaya di antara kedua negara tersebut. Foto ini yang diambil sebelum konfrontasi terakhir.

Editor-in-chief Global Times kemudian tweeted, "dari sisi China juga jatuh korban dalam bentrokan di lembah Galwan."

Hingga kini masih belum ada rilis resmi pemerintah China mengenai jumlah pasti korban di kubu Negara Tirai Bambu itu.

20 Tentara India Tewas
Sebanyak 20 tentara India tewas dalam bentrokan dengan militer China di wilayah perbatasan yang disengketakan selama beberapa dekade.

Dalam bentrokan di daerah Ladakh, Senin (15/6/2020), para pejabat India mengatakan tidak ada baku tembak.

"Pasukan India dan China saling bertarung dengan tinju dan bebatuan," kata para pejabat India yang enggan namanya disebutkan karena mereka tidak diberi wewenang untuk mengungkapkan informasi tersebut, seperti dilansir AP, Rabu (17/6/2020).

Awalnya, Angkatan Darat India mengatakan dalam sebuah pernyataan, tiga tentara India tewas.

Namun kemudian memperbaruinya menjadi 20 orang yang tewas, bertambah 17 orang.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved