Markas Rahasia KKB Papua Sebelum Serang Freeport Terungkap, ini 3 Fakta Baru Kasus Penyerangan PTFI

Terungkap fakta baru tentang kasus penyerangan KKB Papua terhadap PT Freeport Indonesia pada 30 Maret lalu. Kamp markas rahasia mereka ditemukan

PENDAM XVII/ CENDERAWASIH
Ilustrasi - Aparat TNI - Polri mengamankan lokasi teror penembakan KKB Papua yang terjadi di Mile 60, Area Freeport, Sabtu (30/11/2019) 

SURYA.co.id, TIMIKA - Terungkap fakta baru tentang kasus penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua terhadap PT Freeport Indonesia pada 30 Maret lalu.

Fakta baru menyebutkan kalau polisi berhasil menemukan markas rahasia KKB Papua yang digunakan untuk berkumpul sebelum melakukan penyerangan.

Mengingatkan kembali, kompleks Perkantoran PT Freeport Indonesia (PTFI) Kuala Kencana diserang oleh KKB Papua pada 30 Maret 2020 siang.

Insiden itu mengakibatkan seorang pekerja berkewarganegaraan Selandia Baru, Graeme Thomas Wall meninggal dunia.

Sampai saat ini jajaran Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mimika, Papua terus mendalami kasus penyerangan yang dilakukan KKB Papua itu.

Berikut rangkuman fakta terbarunya dilansir dari Antara:

1. Sudah melakukan rekonstruksi

Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mimika, Papua terus mendalami kasus penyerangan pusat perkantoran PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana oleh KKB Papua pada 30 Maret 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP M Burhanudin Yusuf Hanafi, di Timika, Rabu, mengatakan jajarannya sudah dua kali masuk ke kawasan hutan di belakang Kota Kuala Kencana untuk melakukan rekonstruksi kasus tersebut.

Polisi membawa serta tersangka TW, anak buah Joni Botak, pimpinan KKB Papua Kali Kopi yang diduga kuat melakukan penyerangan ke pusat perkantoran PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana.

2. Kamp markas rahasia KKB Papua ditemukan

Selain itu, Burhanudin juga mengaku pihaknya berhasil menemukan kamp yang dijadikan markas rahasia KKB Papua sebelum melakukan penyerangan.

"Sudah dua kali kami masuk ke hutan sana. Kami melakukan rekonstruksi di situ untuk mengetahui secara detail bagaimana situasi dan kondisinya saat kelompok ini mau masuk ke Kuala Kencana.

Di sana kami mendapatkan beberapa kamp (bivak) yang menjadi tempat pertemuan kelompok itu sebelum masuk ke Kuala Kencana" kata AKP Burhanudin.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved