Virus Corona di Jatim

Penyebab Covid-19 di Jatim Melonjak 502 Kasus Sehari, Surabaya Tertinggi 311 Orang, Klaster Baru RS

Dari jumlah pertambahan kasus baru hari ini, Kota Surabaya menjadi penyumbang pertambahan kasus baru positif covid-19 terbanyak yaitu mencapai 311 ora

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Musahadah
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Petugas saat melakukan persiapan pemeriksaan cepat COVID-19 (Rapid Test) pada pedagang di Pasar Genteng, Surabaya, Kamis (14/5/2020). Pada Kamis (21/5/2020) jumlah kasus covid-19 di Jatim melonjak 502 kasus dalam sehari. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Penyebab covid-19 di Jatim melonjak 502 kasus dalam sehari, Kamis (21/5/2020) terungkap. 

Lonjakan kasus virus corona di Jatim ini tertinggi sepanjang masa pandemi covid-19. 

Dari jumlah pertambahan kasus baru hari ini, Kota Surabaya menjadi penyumbang pertambahan kasus baru positif covid-19 terbanyak yaitu mencapai 311 orang.

Berikut rincian kasus tambahan terbaru:

Surabaya: 311 kasus

Sidoarjo : 57 kasus

Probolinggo: 31 kasus

Gresik: 27 kasus.

Kota Malang: 3 kasus

Kota Pasuruan: 2 kasus

Kota Batu: 2 kasus

Kabupaten Mojokerto: 2 Kasus

Lamongan: 2 kasus

Bangkalan: 2 kasus

Bojonegoro: 2 kasus

Kota Blitar: 1 kasus

Kabupaten Kediri: 1 kasus

Kota Probolinggo: 1 kasus

Kabupaten Magetan: 1 kasus

Kabupaten Malang: 1 kasus

Kabupaten Tuban : 1 kasus 

Update Corona 21 Mei Surabaya Tambah 311
Update Corona 21 Mei Surabaya Tambah 311 (Lawancovid)

Di sisi lain, tambahan kasus PDP di Jawa Timur sampai hari ini ada sebanyak 5.267 orang, dan untuk kasus ODP ada sebanyak 23.271 kasus.

Dan untuk kasus terkonfirmasi positif covid-19 yang tengah dirawat 2262 orang, dan kasus PDP sebanyak 2.296 dan OPD yang masih aktif ada sebanyak 23.271 orang. 

Sementara itu Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa total pertambahan kasus baru covid-19 hari ini sesuai dengan yang diumumkan oleh pemerintah pusat yaitu sebanyak 502 kasus baru. 

Dari jumlah itu yang sudah dilakukan konfirmasi oleh Pemprov Jawa Timur sebangak 451 orang.

"Sebanyak 51 sisanya memang sudah jelas tambahan kasus positif covid-19, namun kita masih lacak dan konfirmasi ke kabupaten kota berdasarkan domisili orang yang terkonfirmasi," kata Joni.

Lebih lanjut disampaikan pria yang juga menjabat sebagai Dirut RSUD dr Soetomo ini menyebutkan bahwa tambahan kasus baru di Jatim sebanyak 502 kasus tersebut mayoritas adalah hasil PCR dari ITD Unair sebanyak 488 orang di tanggal 18, 19 dan 20 Mei 2020. 

Dikatakan Joni, tambahan kasus terbanyak ini menjadi warning bagi seluruh warga Jawa Timur bahwa seluruh warga harus disiplin dengan ketat.

Jika peningkatan kasus terus bertambah, maka yang harus disediakan pemerintah untuk masyarakat bukan hanya masker, hand sanitizer dan sosialisasi physical distancing.

"Kalau kita tak bisa disiplin maka yang disediakan pemerintah adalah ruang observasi, rumah sakit, ventilator, dan peti mati. Dan sarana yang disediakan oleh pemerintah tidak akan pernah cukup sebelum penyebarannya tidak ditangani," tegas Joni.

Ia menegaskan bahwa tambahan kasus terbanyak memang di Surabaya Raya yang kuantitaf mencapai 395, dan Malang Raya bertambah 6 orang.

Untuk itu ia meminta agar seluruh masyarakat harus disiplin mematuhi aturan Pergub, Perbup dan Perwali yang sudah mengatur PSBB.

"Tambahan Kasus ini berasal dari PDP lalu berubah jadi positif sebanyak 34 persen dan 12 persen dari ODP," tegas Joni.

Faktor Penyebab

Petugas medis mengambil sampel darah untuk rapid test.
Petugas medis mengambil sampel darah untuk rapid test. (surabaya.tribunnews.com/david yohanes)

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Kohar Hari Santoso menegaskan bahwa tambahan 502 kasus baru terkonfirmasi positif covid-19 di Jatim hari ini, Kamis (21/5/2020), mayoritas adalah dari klaster yang sudah ada.

Namun begitu juga ada tambahan klaster baru dari klaster salah satu rumah sakit di Surabaya. Dimana ada sejumlah tenaga kesehatan yang terjangkit covid-19.

"Mayoritas memang tambahan barunya dari klaster yang sudah ada. Yang baru ada klaster dari salah satu rumah sakit, yang positif sebanyak 20 orang. Sebanyak 12 di antaranya adalah dari tenaga kesehatan. Empat orang diantaranya dokter dan tiga diantaranya adalah 3 dokter spesialis," kata Kohar.

Dikatakan Kohar para tenaga kesehatan tersebut mayoritas tidak melakukan penanganan pada pasien covid-19.

Melainkan memberikan pelayanan di tempat lain.

Selain dari klaster rumah sakit, dikatakan Kohar yang juga menjadi penambah kasus baru adalah warga masyarakat yang usai melakukan perjalanan luar negeri sebanyak 12 orang.

Kemudian juga ada beberapa yang usai melakukan perjalanan dari dan ke wilayah di Jatim.

Lebih lanjut dikatakan Kohar tambahan kasus positif covid-19 hari ini adalah tambahan kasus terbanyak dalam musim pandemi di Jawa Timur.

Di sisi lain Ketua Tim Kuratif Joni Wahyuhadi mengatakan, menurutnya menjadi warning adalah tambahan kasus dari OTG dan ODP yang menjadi potensi penularan berikutnya.

"Yang OTG ini mayoritas adalah mereka yang secara mandiri mengajukan tes PCR ke rumah sakit. Kemudian ternyata swabnya positif, padahal mereka tidak dirawat di rumah sakit," kata Joni.

Jika tidak dirawat di rumah sakit maka dia tidak mengisolasi mandiri dan berpotensi menularkan ke orang lain.

Oleh sebab itu bagi OTG, ODP yang dinyatakan positif diharapkan agar segera melakukan isolasi mandiri atau memanfaatkan ruang observasi yang sudah disediakan pemerintah.

Duduk Perkara Habib Umar Assegaf Cekcok dengan Petugas PSBB Surabaya, Berujung Polisi, MUI Bereaksi

4 FAKTA Habib Umar Assegaf Cekcok ke Petugas PSBB Surabaya, Asmadi Anggota Satpol PP Lapor ke Polda

Wali Kota Pesta Miras di Tengah PSBB, Kepergok Polisi, Sudah Pura-pura Mati Tetap Saja Ditangkap

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved