Breaking News:

PSBB Gresik

Hari ke-9 Penerapan PSSB, Kasus Covid-19 di Gresik Masih Terus Bertambah

Selama penerapan PSBB di Gresik, masih banyak warga yang bebas beraktivitas tanpa menggunakan masker.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Willy Abraham
Komandan Satgas Gugus Tugas percepatan dan penanganan Covid-19, Nadlif (kiri) dan juru bicara, drg Saifuddin Ghozali (kanan). 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Pasien positif covid-19 di Kabupaten Gresik bertambah, di antaranya berasal dari Kecamatan Driyorejo. Padahal penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sudah berjalan lebih dari sepekan.

Memasuki hari ke-9 penerapan PSBB, jumlah kasus Covid-19 di Gresik masih terus bertambah.

Laporan Satgas Covid-19 Gresik per hari Rabu (6/5/2020) kemarin, terjadi lonjakan hingga 6 orang. Total kasus Covid-19 Gresik yang sebelumnya 30 orang, kini menjadi 36 orang.

“Ada tambahan 6 kasus baru positif Covid-19 Gresik, kini menjadi 36 orang. Rinciannya, 23 dirawat, 8 sudah sembuh, dan 5 orang lainnya telah meninggal dunia,” terang juru bicara Satgas Covid-19 Gresik, drg Saifuddin Ghozali, Rabu (6/5/2020).

Penambahan enam konfirmasi positif Covid-19 yang berasal dari Desa Betoyoguci Kecamatan Manyar 1 orang, Desa Suci Kecamatan Manyar 1 orang, Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo 2 orang, Desa Kroman Kecamatan Gresik 1 orang dan seorang pasien positif dari Desa Karangcangkring Kecamatan Dukun.

Berdasarkan sebaran kasus konfirmasi positif Covid-19 tersebut, yang paling banyak dari Kecamatan Menganti, ada 8 orang, disusul Kecamatan Kebomas 6 orang, Manyar 6 orang, Driyorejo 5 orang, Benjeng 4 orang, Sidayu 2 orang, Duduk Sampeyan 2 orang, Kedamean 1 orang, Dukun 1 orang dan Kecamatan Gresik 1 orang.

Total Sebaran kasus Covid-19 Gresik yang sebelumnya di 8 kecamatan, kini menjadi 10 dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik.

Di Kecamatan Driyorejo yang berbatasan langsung dengan Surabaya dan Sidoarjo terpantau minim pengawasan.

Seperti aktivitas jual beli di Pasar Karangandong, masih banyak warga yang belum menggunakan masker.

Padahal Kecamatan Driyorejo sudah zona merah dengan jumlah pasien positif sebanyak 5 pasien, dengan rincian satu di antaranya berasal Desa Karangandong.

Ketua LSM FPSR, Aris Gunawan menilai kinerja Satgas jangan hanya mendata pasien positif, tapi harus tegas menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Apalagi sekarang masa PSBB.

“Satgas Covid-19 di tingkat Kabupaten sampai desa kalau melempem angka penyebaran Covid-19 sulit dikendalikan,” terangnya, Kamis (7/5/2020)

Menurut Aris, pengawasan aktivitas masyarakat selama pemberlakuan PSBB di tingkat desa sekalipun sangat minim.

Sangat mudah dijumpai warga bebas beraktivitas tanpa menggunakan masker. Tentu saja itu melanggar Perbup Nomor 12 tahun 2020.

Jika ini dibiarkan PSBB di Gresik yang akan berakhir pada Senin (11/5/2020) mendatang, tidak memberikan efek apapun.

“Kami prihatin dengan pemerintah di tingkat Kecamatan bahkan Desa yang minim pengawasan,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved