Grahadi

Jawa Timur Waspada Virus Corona

Pendapatan Pajak Jatim Tak Terpengaruh Virus Corona, Arahkan Masyarakat Gunakan Layanan Online

Pemprov Jatim memastikan bahwa meski di tengah wabah Covid-19, pelayanan pembayaran pajak masih berjalan normal.

Pendapatan Pajak Jatim Tak Terpengaruh Virus Corona, Arahkan Masyarakat Gunakan Layanan Online
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Layanan pembayaran pajak di Kantor Samsat Jawa Timur tetap berjalan di tengah wabah virus corona, Rabu (17/3/2020). Namun, petugas melakukan aksi untuk mengantisipasi penyebaran virus dengan menyediakan hand sanitizers dan cek suhu tubuh dengan thermal gun. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan bahwa meski di tengah wabah Covid-19, pelayanan pembayaran pajak masih berjalan normal.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur (Bapenda Jatim), Boedi Prijo Soeprajitno, ia mengatakan bahwa pelayanan tetap berjalan meski banyak diarahkan lewat pembayaran digital.

“Pelayanan kami tetap buka dari Hari Senin hingga hari Sabtu. Dari jam 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Tapi meski pun buka, kami melakukan banyak ansitipasi untuk mencegah penularan virus covid-19,” kata Boedi, Rabu (18/3/2020).

Sebelum layanan dibuka, seluruh lokasi pelayanan pajak disemprot dengan desinfektan. Kemudian setiap loket dan masyarakat yang masuk ke Samsat disediakan hand sanitizer begitu juga di loket-loket pembayaran.

Selain itu para petugas penjaga loket juga dipasangi masker agar mengantisipasi penularan untuk Covid-19.

Pengunjung layanan juga diukur suhu tubuhnya dengan thermal gun dan di lokasi pembayaran pajak juga diberikan tambahan wastafel agar pengunjung mudah untuk mencuci tangan dengan air yang mengalir dan dengan menggunakan sabun.

“Tapi kami juga tetap mengarahkan pada masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraan bermotor agar melakukan pembayaran dengan menggunakan layanan online,” kata Boedi.

Pasalnya sudah ada banyak jenis layanan pembayaran dengan menggunakan sistem online yang disediakan. Yang pertama bisa melalui e-samsat, pembayaran melalui gerai indomaret, dan saat ini tengah dilakukan uji coba untuk pembayaran melalui tokopedia, griya bayar, alfamart dan juga kantor pos.

Dengan melakukan pembayaran via online, maka akan meminimalisir kontak antar perseorangan sehingga potensi penularan virus corona bisa ditekan. Sebab penularan virus corona adalah melalui cairan dalam saluran pernafasan antar manusia. Sehingga jika berkontak dengan manusia meningkatkan potensi penularan virus.

Di sisi lain, Boedi mengatakan bahwa di tengah wabah virus corona, memang ada penurunan kedatangan pengunjung sebanyak 20 persen. Akan tetapi tidak berpengaruh pada pendapatan asli daerah untuk Provinsi Jawa Timur.

“Penurunan penujung memang ada sekitar 20 persen. Tapi untuk pendapatan kita tidak terpengaruh. Pendapatan kita per hari rata rata sama sekitar Rp 25 miliar. Kalau ada penurunan kalau weedkend tapi itu wajar. Artinya kalau ada penurunan pengunjung samsat tapi masyarakat sudah terbiasa beralih ke online,” kata Boedi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved