Pembunuhan Keji Pasutri di Tulungagung, Terungkap Dari Bekas Telapak Kaki di Genangan Darah Korban

Kasus pembunuhan keji pasangan suami istri ( pasutri) di Kecamatan Campurdarat, Tulungagung terungkap di persidangan di PN Tulungagung.

Kolase SURYA.co.id/DAVID YOHANES
Foto Persidangan dan rekonstruksi kasus pembunuhan keji pasutri di Tulungagung terungkap dari bekas telapak kaki di genangan darah korban. 

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG - Kasus pembunuhan keji pasangan suami istri ( pasutri) di Kecamatan Campurdarat, Tulungagung terungkap di persidangan di PN Tulungagung.

Dua pelakunya bernama Deni Yonatan Fernando Irawan (25) dan Muhammad Rizal Saputra (22). Salah satu di antara pelaku mengaku merasa kesal kepada pasutri tersebut.

Dalam persidangan agenda tuntutan kepada terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjelaskan kronologi pembunuhan.

Kedua terdakwa menggunakan kaki meja marmer yang ada di rumah korban dan senapan angin untuk membunuh pasutri pemilik jasa urus STNK.

Bahkan, sandal salah satu pelaku copot di genangan darah korban.

 Di situ ada bekas telapak kaki pelaku yang digunakan jadi salah satu bukti pembunuhan tersebut.

Dalam persidangan tersebut, JPU menuntut Deni Yonatan Fernando Irawan alias Nando dan Rizal hukuman kurungan penjara 15 tahun. 

Tuntutan itu dibacakan JPU Anik Partini, Rabu (11/3/2020) dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Tulungagung.

Tuntutan 15 tahun adalah hukuman maksimal pada pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 51 KUHP turut serta melakukan kejahatan.

Peran dua terdakwa

Dua tersangka, Nando (25) dan Rizal (22) yang membunuh pasangan suami istri di Dusun Ngingas, Desa/Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung.
Dua tersangka, Nando (25) dan Rizal (22) yang membunuh pasangan suami istri di Dusun Ngingas, Desa/Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. (surya.co.id/david yohannes)
Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved