Berita Mojokerto

Disperindag Akan Tegur Swalayan yang Pajang Kondom di Tempat yang Mudah Dijangkau Anak

Disperindag kota Mojokerto akan menegur pengelola toko modern yang memajang kondom di tempat yang sangat mudah dijangkau oleh anak-anak.

Disperindag Akan Tegur Swalayan yang Pajang Kondom di Tempat yang Mudah Dijangkau Anak
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Sejumlah alat kontrasepsi yang dipajang di salah satu toko modern di Kota Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto akan menegur pengelola toko modern yang kedapatan memajang kondom atau alat kontrasepsi di tempat yang mudah dijangkau anak-anak.

Ini menyusul adanya keluhan dari masyarakat karena merasa terganggu lantaran alat kontrasepsi yang dipajang di beberapa toko modern tersebut begitu mudah dijangkau oleh anak-anaknya.

Kepala Disperindag Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo menjelaskan, memang di dalam aturan perdagangan tidak ada larangan untuk memajang alat kontrasepsi di tempat umum seperti di toko modern.

Katanya, justru program Keluarga Berencana (KB) itu mengharapkan toko-toko tersebut menjual alat kontrasepsi.

"Jadi seharusnya alat kontrasepsi itu ditempatkan agar tidak mudah dijangkau oleh anak-anak," ujarnya saat dikonfirmasi Surya, Selasa (11/2/2020).

Fakta di lapangan, rata-rata alat kontrasepsi ini justru dipajang di depan kasir toko modern yang mudah dijangkau anak-anak. Berbagai merek alat kontrasepsi itu berada di dalam rak bercampur dengan permen dan cokelat.

Ruby Hartoyo mengatakan, pihaknya akan menerima pengaduan dari masyarakat apabila merasa terganggu dengan adanya alat kontrasepsi dipajang di toko modern yang mudah dijangkau oleh anak-anak ini.

Mengenai hal ini, lanjut dia, masyarakat bisa melayangkan komplain ke Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (P2KBP2) yang akan diteruskan melalui surat resmi kepada Desperindag Kota Mojokerto.

"Nantinya akan kita buat surat imbauan kepada pengelola toko-toko modern jadi untuk penjualan alat kontrasepsi itu supaya dijauhkan dari pengelihatan dan jangkauan anak-anak," ungkapnya.

Masih kata Ruby, memang belum ada regulasi yang mengatur tata cara perdagangan secara spesifik mengenai penjualan alat kontrasepsi. Pasalnya, dahulunya alat kontrasepsi yang dipajang di tempat umum merupakan bagian dari kampanye yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Artinya alat kontrasepsi ini kan sudah disosialisasikan hampir 14 tahun yang lalu jadi sekarang ini mungkin penjualannya harus diletakkan di tempat yang aman diluar jangkauan dan penglihatan anak-anak," jelasnya.

Masih kata Ruby, setidaknya ada sekitar 32 toko modern di Kota Mojokerto di antaranya, toko Indomaret, Alfamart, Superindo, Carrefour dan lainnya.

"Kita menindaklanjuti mungkin sekedar untuk imbauan secara tertulis agar pemajangan alat kontrasepsi di toko modern bisa disimpan jauh dari penglihatan anak-anak terkait sanksi belum ada," terangnya.

Ditambahkannya, paling ideal penjualan alat kontrasepsi dan alat bantu seks itu bisa diletakkan di belakang sehingga tidak mudah dijangkau dan dilihat oleh anak-anak. Jika diperlukan akan ada pembatasan display alat kontrasepsi di toko modern untuk mengantisipasi pengaruh negatif terhadap anak-anak. Sehingga, tidak dianggap tabu dari orang tua yang mengajak anaknya ke toko modern.

"Kalau menurut saya seharusnya alat kontrasepsi itu ditempatkan jauh dari jangkauan anak-anak misalnya kalau ada masyarakat yang mau beli kan bisa tanya ke kasir," tandasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved